; Pengalaman Mengatasi Luka Bakar (Tersiram Minyak Panas) - SayaNaia

Pengalaman Mengatasi Luka Bakar (Tersiram Minyak Panas)

Hai.. Saya mau sedikit curhat ah.. Jadi hari sabtu lalu saya tersiram minyak panas ketika sedang memasak di dapur. Kenapa bilangnya tersiram bukan terpercik? Karena memang saat itu dua jari saya, jari manis dan jari tengah (juga satu ruas bawah jari telunjuk) terkena minyak panas ketika saya hendak menggoreng tahu, tiba-tiba saja minyak naik dan tersiramlah jari-jemari itu. Persis kayak air tumpah gitu.

Panas? Jangan ditanya. Saya hampir menangis karena sakitnya terasa seperti menembus ke tulang lebay (resiko badan gak berdaging alias super kurus). Tapi saat itu saya gak jadi menangis karena ada anak saya yang lihat malu ðŸ™ˆ.



Kelihatan gak ya?


Aslinya merah dan agak bengkak ya, tapi di foto kayaknya gak kelihatan. 


Kebetulan seminggu sebelumnya saya gak sengaja nonton video tik-tok ibu-ibu Melayu yang berseliweran di timeline Instagram (karena saya gak main tik-tok). Nah dua ibu itu ceritanya lagi memasak di dapur, tiba-tiba si ibu tersiram minyak panas. Tapi ibu itu gak nahan air mata kayak saya, tetap tersenyum sambil berjoget padahal habis kena minyak panas (wonder woman gitu ya) 💪.  Trus temannya si ibu tiba-tiba mencegah waktu dia mau buka kran air untuk menyiram tangannya dengan air mengalir. 

Saya senang menontonnya karena senyum si ibu manis sekali 😅. Balik lagi ke isi video, temannya ini menyodorkan tepung terigu (tepung gandum), lantas si ibu menyiram tangannya dengan tepung dan meremas2 tepung tersebut, lalu step kedua, si ibu membalurkan tepung yang sudah dicampur air (seperti hendak membuat adonan tempe mendoan) ke tangannya. Barulah setelahnya dia membilas tangannya dengan air mengalir.

Saya yang teringat adegan di video itu langsung mempraktikkan tipsnya dong. Saya coba remas-remas tepung kering, lumayan agak nyeri karena saat itu kulit telapak tangan saya terasa menebal dan kebas. Setelahnya saya juga membalurkan adonan tepung dan membilasnya sampai bersih. Ada sensasi panas terbakar, tapi lama kelamaan rasa nyeri berkurang walaupun masih ada rasa panas.

Kulit jari saya masih kemerahan sampai sore, tapi rasa nyeri kemudian hilang sama sekali ketika saya hendak tidur. Dan memang tidak ada bekas luka bakar yang tertinggal di kulit atau bahkan melepuh. Ini tips kedua yang cukup ampuh yang sudah saya coba selain menggunakan madu ketika terkena luka bakar. Sebelumnya saya sudah mencoba menggunakan pasta gigi (setelah dewasa saya baru tahu bahwa ini sangat tidak dianjurkan), juga pernah menggunakan kecap dan minyak herbal yang keesokan harinya ada bekas luka (melepuh) yang kemudian membengkak lalu timbul gelembung dan berair. 

Tapi ternyataaaaa... menggunakan tepung terigu untuk mengatasi luka bakar ini tidak dianjurkan oleh para ahli, karena katanya bisa menimbulkan infeksi jika ternyata ada luka terbuka pada kulit. Jujur pada saat tersiram minyak itu saya panik karena nyerinya luar biasa, saya hanya meraih apa yang paling dekat dengan saya. Jadi ini murni pengalaman pribadi ya dan mungkin sebaiknya tidak dicontoh 🙈.

Karena masih membahas tentang luka bakar, sekalian ya saya masukin tips para ahli tentang pertolongan pertama ketika terkena luka bakar yang saya ambil dari berbagai sumber:

  1. Lepaskan perhiasan atau pakaian yang menempel di area yang terkena luka bakar.
  2.  Alirkan air pada area luka bakar selama 20 menit.
  3. Jangan mengompres luka dengan es batu, karena disinyalir es batu dapat memperkecil pembuluh darah dan bisa menyebabkan luka bakar sulit sembuh
  4. Jangan mengoleskan pasta gigi, kecap atau mentega pada luka bakar karena hanya akan menambah parah luka tersebut.
  5. Basahi kain kasa (perban yang steril) dan tutup luka dengan kain kasa yang lembab dan lepaskan kasa saat sudah terasa kering.
  6. Jangan menggaruk atau memencet luka yang bergelembung, tunggu saja sampai lukanya mengering sambil dioleskan krim atau salep khusus untuk penanganan luka bakar. 
Lalu apa saja sih bahan-bahan di rumah yang aman dan bisa kita gunakan pada saat terkena luka bakar? 

  • Madu dan Kunyit, kedua bahan ini bisa dioleskan untuk luka bakar dengan catatan tidak ada luka terbuka pada kulit ya. Saya sudah pernah mencoba menggunakan madu untuk meredakan sensasi panas di kulit akibat luka bakar dan madu ini ternyata mencegah luka bakar membekas di kulit. Sementara saya belum pernah mencoba menggunakan kunyit ya.
  • Mentimun. Kandungan antioksidan,  vitamin C dan K pada mentimun bisa mengurangi peradangan pada luka bakar. Serta asam pantotenat yang terkandung di dalamnya juga mampu mempertahankan kelembaban kulit.
  • Minyak zaitun atau lavender. Minyak zaitun memang minyak paling bagus ya, karena bisa digunakan untuk apa saja termasuk untuk masakan dan kecantikan kulit. Kandungan dalam minyak zaitun bisa meredakan sensasi nyeri di kulit yang terbakar dan membantu agar luka cepat sembuh.
  • Lidah buaya. Potongan daging dari tanaman lidah buaya berfungsi untuk mendinginkan kulit dan mempercepat penyembuhan luka. 
  • Cuka. Rendam potongan kain bersih atau kasa dalam cuka encer, lalu tepuk-tepuk dan basuh luka bakar dengan kain tersebut. Cuka encer disinyalir dapat melemaskan otot dan mengurangi rasa sakit akibat luka bakar.
  • Susu dingin juga dikatakan bisa mengurangi sensasi terbakar pada kulit dalam hitungan menit.
Semoga informasi ini bermanfaat ya, tetap berhati-hati.. Dan harus diingat tips ini hanya untuk pertolongan pertama pada luka bakar ringan ya. Untuk luka bakar yang serius, segera hubungi dokter.



Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Ibu dari 3 orang anak, Bookworm, Senang menonton drama dan film, Ambivert, Senang menertawakan kehidupan, Terlahir dengan wajah jutek dan aslinya memang galak sih.. Hehehehe

14 comments for "Pengalaman Mengatasi Luka Bakar (Tersiram Minyak Panas)"

  1. Semoga lekas sembuh kembali, mbak Naia

    Pasti nggak nyaman banget rasanya, terakhir tersiram air panas dua tahun lalu kayaknya. Kalau sekarang udah nggak pernah masak dapur lagi. Beli jadi terus, kalau masak keburu tepar duluan. Heboh sama bayik-bayik duluan, masak nggak kelar-kelar. ha ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sudah normal lagi, kak.. Aku juga masak paling cuma sabtu-minggu aja, karena senin-jum'at heboh sama PJJ 😆

      Delete
    2. iya bener ya, pasti lebih repot ngurusin PJJ dibanding PTM, semoga pandemi ini segera berakhir ya

      Delete
    3. Aamiin.. iya, kalo PTM paling hebohnya nunggu anak pulang, deg2an kalo belum juga sampe rumah.. hehehehe

      Delete
  2. Tips-nya bermanfaat. Terimakasih sudah berbagi pengetahuan.

    ReplyDelete
  3. Kami adalah salah satu dari Anda dan salah satu dari kami. Setiap kali saya mampir, saya melihat sesuatu terjadi pada Anda. Kamu harus Berhati-hati.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Mustafa. In syaa Allah.. hahaha saya terkadang memang agak ceroboh

      Delete
  4. waduhhhh saya pula terasa ngeri dan ngilu membacanya... mudah2an sekarang sudah sembuh ya... syafakillah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sudah, kak. Terima kasih do'anya.. 😊

      Delete
  5. Cepat sembuh, Nona Naia. Saya berharap luka bakar Anda sembuh dalam waktu singkat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, kak. Alhamdulillah saya sudah sembuh

      Delete
  6. ooo madu dengan kunyit pun boleh ya... selalu saya guna toothpaste sahaja... terasa sedikit pedih tapi sekejap sahaja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya sudah pernah pakai madu, kak.. Alhamdulillah tak ada luka membekas di kulit. Bisa menggunakan kunyit mungkin karena kandungan antibiotik di dalamnya bisa untuk mencegah infeksi. Saya pernah coba pakai toothpaste tapi tak lama bekas luka bakar malah menggelembung dan perih, kak. Jadi saya lebih memilih menggunakan madu atau aloe vera saja ^_^

      Delete

Post a Comment