; The King of Cookery - Chinese Movie - SayaNaia

The King of Cookery - Chinese Movie

Halo, sudah weekend lagi. Mumpung malam minggu, saya mau merekomendasikan film yang bisa teman-teman blogger tonton. Daripada bingung gak bisa kemana-mana. Kali ini saya mau membahas film dari negeri tirai bambu, karena kemarin mas Wawan meminta saya 'bahas film dari negara lain dong, mbak'. Hehehe baiklah, mudah-mudahan film ini bisa menghibur teman-teman sekalian ya.


source image: google


Nah sudah kelihatan ya posternya, judulnya adalah The King of Cookery yang mengusung tema komedi dan fantasi. Tang Mo (Pang Yu Nong) adalah seorang koki di surga, masakannya nyaris sempurna. Hanya saja masakan menurut Dewa, masakan Tang Mo kelebihan satu rasa. Untuk mengetahui apa yang dimaksud 'satu rasa yang berlebih' itu, Tang Mo diperintahkan untuk pergi ke dunia fana. 

Ia ditugaskan untuk mengelola sebuah warung makan bersama ayah angkatnya. Sang ayah jatuh sekarat dan meminta Tang Mo untuk terus menjalankan usaha warung makannya. Tang Mo tidak tahan dengan peraturan yang sudah ditetapkan, bahwa ia hanya boleh menjual 20 porsi mie sapi per hari. Namun ia juga tidak bisa melanggarnya karena itu perintah dari Dewa yang mengutusnya.

Sampai pada suatu ketika seorang pria tua meminta Tang Mo memasak untuknya. Tang Mo menolak karena 20 porsi mie sudah terjual habis. Namun pria itu mengatakan bahwa ia akan memberi Tang Mo uang sebesar 5 miliar jika Tang Mo mau memasak untuknya. Karena tergiur, Tang Mo segera memasak dan menyajikan masakan andalannya kepada sang pria tua. Namun pria itu malah memberinya 3 buah kantong kecil yang katanya berisi kekayaan 5 miliar. Masing-masing kantong baru bisa dibuka ketika Tang Mo benar-benar membutuhkan bantuan.

Awalnya Tang Mo merasa ditipu, tetapi ia ingat dengan ucapan sang ayah sebelum meninggal. Bahwa akan datang seseorang yang akan memberinya 3 kantong. 

Saat membutuhkan uang, Tang Mo membuka satu kantong yang berisi tulisan 'Perusahaan Besar Tang'. Meski belum paham apa maksud dari tulisan itu, Tang Mo bersama kedua temannya mendatangi perusahaan tersebut. Rupanya Perusahaan itu adalah milik ayah kandungnya, Tuan Tang. Tang Mo diasingkan karena sang ayah takut malapetaka akan menimpa keluarga mereka. Ini karena Tang Mo memiliki tanda lahir menyerupai bunga teratai di lidahnya yang bersinar. Dan ia lahir tepat pada saat meteorit jatuh ke bumi.

Namun untuk bisa mewarisi perusahaan sang ayah, ia harus mengikuti kompetisi juru masak yang rutin diadakan untuk mencari siapa yang berhak memimpin perusahaan itu setelah sang ayah tiada. Selama belasan tahun belum ada seorang pun yang mampu mengalahkan koki Shi Mo. 

Tang Mo dianggap berbahaya oleh lawan ayahnya karena ia memiliki bakat yang istimewa dalam bidang kuliner. Tang Mo memiliki lidah yang tajam yang mampu menebak bahan makanan, bumbu dan kualitas bahan makanan yang dipakai. Tang Mo pun menjadi buruan dan hendak dibunuh. Ia lalu pergi ke desa Wuwei untuk belajar dari para koki master. Tang Mo yang pada awalnya ingin melarikan diri dari tempat itu, akhirnya bersedia untuk belajar langsung dari para master.

Masing-masing dari mereka memberikan Tang Mo masakan andalannya. Ada tahu mapo berkobar yang berasal dari Sichuan dengan warna merah dengan rasa yang dapat membuat lidah kebas dan terasa berkobar. Bebek panggang kerajaan, sup sapi babat gelandangan, daging babi goreng arak, babi panggang bulan terang keluarga Su dan mi siram minyak linglung. 

Para pemburu utusan perusahaan Shiweixian berhasil menemukan Tang Mo setelah melihat kembang api berbentuk kuali masak yang diletuskan oleh Tang Mo. Para master terbunuh, dan puteri dari master Xue terluka ketika hendak menyelamatkannya. Beruntung kedua temannya menemukan Tang Mo dan berhasil mengeluarkan Tang Mo dan puteri master Xue dari tempat itu.

Perusahaan lawan yang mengira bahwa Tang Mo sudah mati, terkejut karena tiba-tiba muncul ketika kompetisi akan berlangsung. Asisten sang ayah yang semula tampak setia, ternyata mengkhianati Tang Mo. Ia menutup indra pengecap dan penciuman Tang Mo, yang berarti ia hanya bisa mengandalkan hatinya saja dan memilih memasak dalam keadaan mata ditutup kain.

Tantangan kompetisi masak kali ini yakni peserta harus memasak hidangan dengan bahan masakan yang sudah ditentukan dalam satu buah kuali berbentuk simbol yin dan yang. Aroma dari masakan yang mereka buat tidak boleh sampai mempengaruhi aroma masakan dari peserta lain. Sanggupkah Tang Mo mengalahkan Shi Mo? Dan apakah Tang Mo bisa menemukan tentang kelebihan satu rasa dari setiap masakan yang ia  buat?

Dalam film terlihat sebuah poster terpajang di kedai makanan milik ayah angkat Tang Mo. Ya, itu adalah poster Stephen Chow dalam film The God of Cookery. Mungkin saja sang sutradara, Eason Wen terinspirasi dari film yang pernah tayang di tahun 90'an itu.


Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Ibu dari 3 orang anak, Bookworm, Senang menonton drama dan film, Ambivert, Senang menertawakan kehidupan, Terlahir dengan wajah jutek dan aslinya memang galak sih.. Hehehehe

9 comments for "The King of Cookery - Chinese Movie"

  1. Rupanya orang Korea fanatik juga dengan hal-hal mistis. Gara2 tanda lahir anak harus diasingkan. Selamat berhari minggu, ananda Naia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini film China, Bunda.. hehehe.. iya kayaknya di negara mana pun ada saja orang2 yang fanatik dengan hal2 mistis, gak berbeda jauh dengan Indonesia

      Delete
  2. Kasihan sekali Tang Mo ya, karena memiliki tanda lahir di lidah dan suka makan tang akhirnya ia dibuang.

    Btw, putrinya master Xue yang diselamatkan dengan Tang Mo namanya Xue Ni Ta kali ya. Hobinya makan sate ambal sama mi instan.😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. weleh makan tang.. wkwkwk..

      kok nama Xue Ni Ta rekaan mas Agus mengingatkan aku pada si Mbul? hihihi

      Delete
    2. wkwkwkwkw ....xu nita anaknya si xue wwkkwkw. jadi ngakak akuh hahahhah

      Delete
    3. Sebenarnya master Xue itu aslinya orang Jakarta, namanya Sue, karena pindah ke Cina jadi ganti nama Xue.😆

      Delete
    4. jadi inget masakan yang dibumbu kuning..

      Delete
  3. Saya rasa satu rasa yang kurang itu rasa cinta..hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan kurang rasa, Mas.. tapi berlebih dan itu bukan cinta, kalo mau tau, mesti nonton langsung biar seru.. hehehe

      Delete

Post a Comment