; The Great Shaman Ga Doo Shim - Korean Drama - SayaNaia

The Great Shaman Ga Doo Shim - Korean Drama

Halo, selamat berhari sabtu. Kebetulan kemarin adalah tayang perdana drama Korea yang berjudul The Great Shaman Ga Doo Shim, saya menonton secara streaming di iQiyi. Drama ini sudah tayang sebanyak 2 episode dengan durasi 20 menitan saja per episodenya. 


source image: Mydramalist


Episode pertama dibuka dengan adegan seorang siswi yang berteriak dan berlari ketika lampu di koridor sekolah meledak satu persatu. Teriakannya diikuti dengan keluarnya siswa dan siswi lain yang ikut berlarian keluar dari sekolah. Lalu muncul Ga Doo Shim (Kim Sae-Ron) dengan membawa kapak bersama Na Woo Soo (Nam Da-Reum). Mereka bersiap untuk menghadapi roh jahat yang terus menghantui Doo Shim sejak 10 tahun yang lalu. Roh yang mengincar anak-anak dengan nilai terendah di sekolah sebelum usia mereka 18 tahun.


source image: Mydramalist


10 tahun yang lalu, ketika Ga Doo Shim masih anak-anak (diperankan oleh Jo Shi-Yeon), ia pergi bersama neneknya, Myo Shim (Yoon Seok-Hwa) untuk mencegah aksi bunuh diri yang hendak dilakukan oleh Hyun-Soo (Yoo Sun-Ho) seorang siswa karena mendapat nilai terendah di sekolah. Tentu saja siswa itu sudah kerasukan roh jahat yang terus saja mengintai anak-anak dengan nilai rendah. 

Hyun-Soo kaget karena ia sudah berdiri di langkan sebuah gedung tinggi, ia tersadar karena ibunya menelepon dan mencarinya. Sang ibu yang merasa kesal malah menyuruh Hyun-Soo untuk mati saja daripada terus membebani sang ibu karena nilainya yang sangat buruk. Ibu Hyun-Soo tidak mengetahui bahwa anaknya memang sedang berada dalam bahaya dan baru menyadari setelah melihat sang anak berdiri di atas gedung yang tepat berada di depannya. 




Ketika Doo Shim dan neneknya terus berusaha untuk naik ke atas gedung melalui tangga darurat, sang nenek kelelahan dan meminta Doo Shim untuk mengikuti perkataannya, itu adalah do'a untuk mengusir roh jahat dari tubuh orang yang kerasukan. Doo Shim berlari karena tidak mau menjadi paranormal seperti neneknya, namun ia kembali lagi ke atas dan mengikuti semua yang diajarkan oleh sang nenek. Namun, roh jahat itu malah bertanya tentang keberadaan Myo Shim, meski sudah berusaha, Doo Shim tetap tidak bisa membantu anak itu. Akhirnya Hyun Soo tetap lompat dan tubuhnya terjatuh dan tewas seketika.

Nenek mengejar roh jahat yang kabur setelah Hyun Soo tewas, roh tersebut mengancam akan membunuh Doo Shim ketika kelak ia berusia 18 tahun. Lalu nenek berhasil memerangkap sang roh jahat, namun ketika hendak mengantar roh Hyun Soo untuk menemui ibunya, seseorang berlari cepat dan menebas perut sang nenek. Roh tersebut berhasil kabur. Nenek meminta Doo Shim untuk menjaga diri, setelah ia bisa melewati usia 18 tahun, ia akan aman. 

10 tahun berlalu, Doo Shim sudah menginjak usia remaja dan sebentar lagi ia berumur 18 tahun. Roh Hyun Soo masih terus mengikuti Doo Shim karena ingin menagih janji ibu Doo Shim, untuk mempertemukan Hyun Soo dengan ibu kandungnya sebelum rohnya pergi ke alam baka. Ibu  memindahkan Doo Shim ke sekolah bergengsi di Cheongdam-dong, namun saat hendak berangkat ke sekolah, ia terpaksa harus melakukan eksorsis setelah ibunya nyaris dibunuh oleh murid yang tengah kerasukan. Doo Shim berhasil mengusir roh jahat dan membuatnya terlambat datang ke sekolah. Dan saat itu seorang siswa tewas terjatuh dari atap sekolah baru Doo Shim, ia dikabarkan mendapat nilai terendah. 

Doo Shim akhirnya mengetahui maksud sang ibu memindahkannya ke sekolah elite. Sang ibu, Hyo Shim (Bae Hae-Seon) ingin memanfaatkan situasi ini dan mempengaruhi orang tua dari siswa-siswi kaya agar mau memakai jasanya sebagai paranormal. Karena di sekolah itu ada sebuah tradisi jika nilaimu masuk dalam peringkat terendah, maka kamu harus bersiap untuk mati. 


source image: Asianwiki


Drama ini mengingatkan saya ketika masih SMA dulu. Setiap kali ada siswi yang kerasukan, saya diminta untuk memegang anak yang kerasukan hanya karena nenek saya dikenal sebagai 'orang pintar' yang bisa membantu mengeluarkan jin dari dalam tubuh orang yang kerasukan. Sama seperti Doo Shim, saya pun kesal karena terkenal sebagai cucu dari nenek. Bukan karena tidak sayang pada nenek, tapi kesal karena orang menganggap seolah-olah saya bisa membantu layaknya yang nenek lakukan.

Ada peristiwa sewaktu kami melakukan kemping di Bumi Perkemahan Ragunan. Teman saya membuat salah satu tenda besar untuk anak perempuan tepat di bawah pohon asem, padahal pohon asem terkenal sebagai tempat favorit makhluk yang tak kasat mata. Sudah berkali-kali saya dan teman-teman lain meminta supaya tenda dipindahkan, karena di sekolah kami ada beberapa siswi yang 'langganan kerasukan', tentu kami khawatir kalau sampai ada kejadian aneh di tengah acara nanti.

Benar saja, pukul 10 malam tiba-tiba salah satu teman saya menangis, tertawa terbahak-bahak lalu berteriak dan mengagetkan kami, padahal waktu itu dia bilang mau istirahat sebentar di dalam tenda. Teman saya kerasukan jin dari pohon asem 😑. Guru-guru yang hadir berusaha untuk membantu tapi tetap tidak bisa. Salah satu guru memanggil saya untuk melakukan pengusiran 😫 padahal saya bilang saya gak bisa. Waktu saya datang dan hendak memegang teman saya itu, dia lantas tertawa terbahak dan melotot lalu menyebut "Wah ada cucu Haji 'Ain disini, ngapain lu kesini? Gua gak bakal keluar, lu cuma anak kecil!". Karena kesal saya pegang teman saya tepat di ketiaknya, ada benjolan sebesar biji kacang ijo yang bergerak berpindah-pindah. 

Dengan membaca ta'awudz dan entah bacaan apalagi karena mulut bergerak dengan sendirinya mengucap do'a, teman saya kelojotan dan berhasil sadar dengan tubuh lemas karena 2 jam tertawa menangis berteriak karena kerasukan. 😑 Entah harus senang karena berhasil membantu teman, atau malah kesal karena saya malah mendapat julukan baru sebagai 'dukun'. 

Duh ujung-ujungnya malah curhat 🙈. Oh iya, Drama The Great Shaman Ga Doo Shim ini rencananya akan tayang sebanyak 12 episode, tapi kamu masih harus bersabar untuk menonton episode selanjutnya 😉.






Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Ibu dari 3 orang anak, Bookworm, Senang menonton drama dan film, Ambivert, Senang menertawakan kehidupan, Terlahir dengan wajah jutek dan aslinya memang galak sih.. Hehehehe

23 comments for "The Great Shaman Ga Doo Shim - Korean Drama"

  1. Ujung ujungnya malah curhat.😆

    Nah lho, baru tahu kalo pohon asem itu favorit makhluk halus, apa mungkin karena pohonnya gede ya? 🤔

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe coba aja tanya ke orang tua zaman dulu deh, Mas..

      Delete
    2. Bukannya mbak Naia juga dari zaman dulu.😂

      Delete
  2. Huhuhhh ... Gara-gara nilai anak jelek, teganya sang ibu minta anaknya supaya mati saja. Subhanallah. He he ... Nenek tebawa emosi. Namnya saja drama. Selamat berhari minggu ananda Naia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheehe si ibu gak serius, bun, dia kesal kenapa anaknya kok sudah malem tapi belum juga pulang. Tapi begitu lihat anaknya di atas gedung, si ibu panik dan minta si anak supaya turun dan jangan lompat.

      Delete
  3. Salam, ulasan teliti tentu menarik ceritanya..

    ReplyDelete
  4. Selamat menonton episode2 seterusnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Wak. bole tunggu episode baharu sepekan lagi ^_^

      Delete
  5. Selamat menonton Naia. Di iQiyi banyak cerita menarik. Tapi itulah tak ada masa nak tengok drama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar kak, saya menonton ini pun karena suami yang meminta saya untuk mereview-nya, saya malah pula menonton drama kalau harus menunggu sepekan untuk cerita selanjutnya. Hehehehe

      Delete
  6. berarti kak nai bisa merukyah juga seperti nenek dong? keren banget pas bantu temen waktu kemah dan kerasukan dari pohon asem...bisa keluar tuh jinnya...itu yang kayak kacang ijo gerak gerak beneran ada kak?

    okey sekarang komenin soal dramanya
    ceweknya sepintasan takliat mirip jang nara ternyata bukan ya ...tapi kok mirip...kirain kak nai kalau artis korea favoritnya jang nara xixixi...unik sih ceritanya supranaturan dibungkus romans kayaknya ya hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak bisa Mbul, itu cuma kebetulan aja. Kebetulan aja beberapa kali bisa ngeluarin jin dari temen yg kerasukan waktu di sekolah. Aku gak mau karena habis itu energi kayak kekuras habis sih ya, dasar pemudi lemah.. wkwkwk.. (ngeri banget kalo ujug2 ada yang dateng minta di-ruqyah wkwkwk)

      Itu Kim Sae-Ron, Mbul, dia main drakor sm film dari kecil sih ya, satu angkatan sama Kim Hyang-Gi, aktris favoritku. Kalo aku bilang episode 1-2 ini kurang greget ya, entah mungkin karena cuma 20 menitan kayak ada yang kurang.

      Delete
    2. oh iya, soal bulet2 seukuran kacang ijo itu biasanya jadi patokan buat ruqyah tradisional untuk tau si jin udah keluar apa masih di dalem. Dan dia bisa pindah2 dengan cepet banget, kadang juga sembunyi sampe ke dalem yang gak bisa diraba sama orang biasa, kalo yang tau ilmunya sih biasanya tau aja ngumpetnya di mana

      Delete
  7. hihihi, jd dukun dadakan ceritanya nih mbak... tp sumpah, baca ceritanya bikin merinding, jadi pohon asem itu sarangnya makhluk halus ya mbak? Dulu perasaan pernah ada di samping rumah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha Asyem..

      Sebenernya pohon2 besar, rindang, itu berpotensi jadi tempat kesukaan jin ya. aku gak paham juga soal ini. Dan nasihat orang tua zaman dulu, kalo di rumah ada pohon besar, jangan sampai rantingnya melewati genteng atau sampai ke jendela. Merinding cerita beginian.. wkwkwk pokoknya begitu deh, ikutin aja apa kata orang tua.

      Delete
    2. Giliran penghuni 60 tanya dijawab, kalo aku disuruh tanya sama dukun.-_-

      Delete
    3. Mas Agus: HAhahaa bukannya Mas Agus malah lebih jago soal mistis2 begini?

      Delete
  8. Ya ampuuun mba naia... Untung mau kluar si jinnya itu yaaa. Aku sendiri ga ornh melihat lgs orang kesurupan, amit2 ya Allah jangan sampe. Tapi suami sering, pas di sekolahnya dulu banyak temen2 cewe nya yg gampang kesurupan.

    Aku baru tau kalo pohon asem banyak disukai bangsa jin. Yg aku tau beringin. Dulu pas di Aceh, ada 1 pohon jambu di belakang rumahku. Besar banget pohonnya. Aku Ama temen2 suka main dan manjat di situ. Tp mama slalu marah, dia bilang ada penunggunya, ntr sakit. Anehnya, tiap kali kalo kami mainnya siang hari, di bawah pohon itu, memang pasti sakit hahahahaha.

    Drakornya aku tunggu sampe tamat dulu. Ga suka kalo msh ongoing hahahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan sampe mbak, heheheehe. Aku juga nyebutnya apes aja kalo pas lihat tuh.

      Beringin juga salah satunya, pohon kamboja, pohon sawo, pohon nangka juga, pohon2 besar dan rindang deh. Pohon bambu juga termasuk. Tapi gak selalu di pohon sih ya, kayak di jembatan penyebrangan juga suka ada. Makanya kemana2 harus berdo'a kan, banyak banget sih sebenernya kejadian horror dan kelihatan absurd ya, tapi itu nyata.

      Aku juga sebenernya males, Mbak. Ini karena suami aja yang minta, berapa kali aku nonton drama atau film-nya Kim Sae-Ron, tapi gak tau kenapa gak greget gitu. Bingung aku. Mudah2an ini beneran bagus ya, karena udah nonton 2 episode tapi ya masih masuk kategori lumayan sih, beda dengan sell your haunted house yg menurutku ceritanya udah meledak dari episode pertama.

      Delete
  9. Saya nggak terlali hafal sama drakor sih, cuman yang saya tau drama korea yang berjudul phinocio sama dude in me kalo ga salah.. yg nongol di fb vidio aja kadang kalo penasaran saya langsung cari linknya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya, Pinnochio. Itu muncul di beranda, tapi saya belum nonton. Dude in Me juga belum nonton, kayaknya bagus ya?

      Delete

Post a Comment