; The Comedian - The Twilight Zone - SayaNaia

The Comedian - The Twilight Zone

Siapa di sini yang suka nonton TV series? Saya.. Saya.. (nunjuk diri sendiri) 😅.. Kalau biasanya bahasan seputar Koryah, sekali-kali mau resensi yang lain ah biar gak bosan.. Teman-teman sudah ada yang pernah nonton The Comedian belum? Cerita ini masuk dalam serial TV The Twilight Zone, yang isi ceritanya masuk dalam kategori apa ya saya bingung.. Mungkin fantasi atau sci-fi kali ya..


image source: google



Ceritanya tentang seorang komika bernama Samir Wassan (diperankan oleh Kumail Nanjiani), yang setiap kali dia stand up, gak pernah ada yang ketawa! Garing gitu ya, kalo kata bang Panji, 'anyep'. Si Samir ini teguh pendirian maunya bawain lawakan politik, padahal  dia udah sering bawa tema politik tapi gak ada satu pun penonton yang ketawa. Sedih gak sih? Kalo kata si kembar 'hahaha apanya yang lucu?' 😑

Selesai stand up, Samir turun dan dia memesan minuman (haus gitu kan udah capek-capek ngelawak tapi sepi-sepi aja). Trus dia disindir nih sama rekan sesama komika, Didi (Diarra Kilpatrick), istilahnya 'lu kalau mau ngelawak tuh yang lucu'. Tapi ya si Samir keukeuh maunya bawa politik aja, gak mau kayak komika-komika lain yang sering bawain lawakan-lawakan receh. 

Didi memberitahu Samir bahwa banyak orang menyukainya karena dia membawakan lawakan receh dan ia membuktikan dengan banyaknya followers yang dia miliki, tapi Samir tetap pada pendiriannya, Didi pun berkata bahwa lucu ya lucu aja, kemudian dia meninggalkan Samir untuk tampil stand up.

Tiba-tiba seseorang di saming Samir nyeletuk, 'Followers gak penting, yang penting itu bayarannya'. Nah ternyata yang nyeletuk ini adalah seorang komika terkenal yang bernama JC Wheller (Tracy Morgan), dan kebetulan Samir juga penggemar Wheller.  Samir meminta tips kepada Wheller supaya bisa ngelawak yang bagus. Wheller bilang 'Jangan ngomongin politik terus deh, tapi coba kamu ngomongin tentang dirimu sendiri. Berikan semua ke penonton maka lenyaplah semua'.


image source: arkansasonline.com


Di penampilan selanjutnya Samir malah membawakan lawakan tentang politik dan ya tetap gak ada yang ketawa. Akhirnya Samir mengganti topik, dia mencoba melawak tentang anjing peliharaannya. Ternyata penonton tertawa, dengan semangat Samir terus menceritakan tentang perilaku anjingnya sampai akhir penampilannya di panggung.

Begitu pulang ke rumah, Samir langsung mencari anjing peliharaannya, Cat, yang sudah bikin dia sukses di penampilannya malam itu. Dia pun bertanya ke kekasihnya, Rena (Amara Karan), tapi Rena bilang kalau mereka ini gak pernah pelihara anjing. Nah bingung kan? 

Esoknya Samir menyebar info tentang anjingnya yang hilang, tetapi fotonya dia ambil dari internet, karena foto-foto yang ada di ponselnya juga tiba-tiba lenyap. Karena kebingungan, Samir bertanya ke keponakannya yang bernama Deven, tapi Deven bilang dia gak tahu karena gak pernah lihat anjing itu.

Samir kembali ke Komedi klub dan mengajak serta keponakannya, Deven. Samir mencoba melawak tentang politik lagi (pantang menyerah banget ya si Samir), dan gak ada yang ketawa. Akhirnya dia mencoba untuk me-roasting Deven, semua penonton tertawa termasuk Deven. Tapi begitu Samir menengok lagi ke arah tempat duduk Deven, keponakannya itu mendadak lenyap. 

Selesai penampilannya, Samir langsung mencari-cari keberadaan Deven, bahkan ia bertanya kepada Didi, tapi si Didi malah bingung. Samir mencoba menghubungi nomor ponsel Deven, tapi nomor yang dimaksud gak ada di dalam daftar kontak Samir. 

Samir langsung bertanya kepada Rena begitu dia sampai di apartemen, tapi Rena gak ngerti maksud ucapan Samir dan bilang kalau kakaknya Rena gak punya anak. Dan wajah Deven pun gak ada dalam foto keluarga yang mereka pajang di dinding! Samir pun sadar kalau ucapan Wheller 'lenyaplah sudah' itu berarti semua yang dibawakan Samir dalam stand up-nya lenyap begitu saja. 

Karena penampilannya sukses dua kali berturut-turut, Samir didaulat menjadi bintang komedi utama di klub tersebut. Samir pun mendadak mempunyai banyak penggemar. Gregetnya, Samir masih aja bawain humor tentang politik, tapi penonton diam, dia coba ngelawak tentang Deven, penonton juga gak ketawa. Sampai akhirnya Samir me-roasting rekan komikanya Joe Donner dan semua penonton tertawa, lalu lenyaplah Donner. Tapi Samir tidak menampakkan perasaan bersalah sama sekali.

Esoknya Samir mulai menulis daftar orang-orang yang tidak ia sukai, mulai dari teman-teman sekolah sampai teman kuliahnya. Satu persatu orang-orang tersebut hilang begitu saja sampai Samir kehabisan daftar orang yang hendak ia roasting.

Lalu muncul lah nama mentor Rena, dan kebetulan Samir sangat membenci orang tersebut. Esoknya Samir menyebut-nyebut nama mentor kekasihnya, Rena yang biasanya membela mentornya itu pun ikut tertawa bersama penonton. Lalu lenyaplah sang mentor.

Karena penasaran, Samir bertanya kepada Rena tentang sang mentor, tapi Rena malah kebingungan dan buru-buru pamit karena dia harus bekerja shift malam. Samir bingung karena Rena bekerja sebagai seorang pengacara. Masa pengacara ada shift malamnya?

Nah ternyata Rena bisa jadi pengacara itu berkat mentornya, tapi karena mentornya lenyap, Rena cuma bekerja sebagai pelayan di warung makan aja. Apartemen mewah yang mereka tempati pun berubah menjadi apartemen biasa aja. Lenyaplah sudah memori tentang berlibur dan segala kekayaan yang mereka miliki.

Pada akhirnya Samir bertemu lagi dengan Wheller, tapi Wheller bilang 'orang-orang yang lenyap itu bukan dibunuh, tapi mereka itu memang gak pernah dilahirkan'. Nah lho.. 

Gimana nih nasib Samir selanjutnya? Silakan nonton aja ya, maaf agak spoiler.. Boleh juga nonton alur cerita film The Comedian di sayanaia channel di YouTube.. Hehehe..




Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Booklover, Blogger yang tersesat megap-megap setelah multiply diberangus...

14 comments for "The Comedian - The Twilight Zone"

  1. Belum pernah nonton, tapi kelihatannya seru juga nih mba ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru buat ngisi waktu luang, hehehe.. makasih sudah mampir ya ^_^

      Delete
  2. waduh, aku gak pernah nonton acara seperti ini mbak, nonton jg paling filem2 doank, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga jarang-jarang, tapi biasanya nonton seri begini bareng suami.. wkwkwk.. Kalo lagi bingung mau nonton apa, dia nemu aja yang bagus.. wkwkwk

      Delete
  3. Kayaknya seru nih, lumayan buat ntar ngabuburit. Bukannya baca qur'an malah mau nonton ya buk 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. 😆 buat selingan.. Kalo pas lagi halangan biasanya aku bisa marathon nonton drama, mbak.. wkwkwk jangan ditiru

      Delete
  4. Duh, ketinggalan sepur aku belum pernah nonton acara ini ..., sepertinya celetukan2nya bikin ketawa ngakak ya 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah nonton deh, Mas Hima.. Atau boleh juga nonton alur ceritanya di YT channel-ku.. wkwkwk promosi.. Siap2 denger suaraku, jangan lupa siapin kresek kalau2 tiba-tiba pingin muntah.. wkwkwk

      Delete
  5. dah agak dah... bila review panjang sebegini pasti nampak macam 'spoiler' hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwk kepanjangan ya, kak.. maaf jadi spoiler beneran.. XD

      Delete
  6. Sayangnya saya kurang suka nonton film. Selamat malam, Mbak Naia.

    ReplyDelete
  7. Eh, ini film model standup gitu ya? kok kayaknya seru :D

    ReplyDelete

Post a Comment