; The Golem and The Jinni - Helen Wecker - SayaNaia

The Golem and The Jinni - Helen Wecker

Judul Buku     : The Golem and The Jinni
Penulis           : Helen Wecker
Penerjemah    : Lulu Fitri Rahman
Penerbit         : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit   : 2015
Tebal             : 664 Halaman
ISBN             : 078-602-03-1425-9






Otto Rotfeld, pria berkebangsaan Yahudi Prusia yang mewarisi bisnis perabot milik keluarganya. Orang-orang mengenal sosoknya sebagai pria yang angkuh dan serampangan. Ketika bisnisnya berada di ambang kehancuran, Rotfeld berpikir untuk mencari calon istri dan pindah ke Amerika. Namun ia menyadari tidak akan ada wanita yang mau berdekatan dengannya, terlebih setelah mereka mengetahui bahwa bisnisnya telah hancur, Rotfeld akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Yehudah Schalman.

Schalman tua dikenal sebagai rabi yang diusir dari konggregasi karena berbuat kesalahan, ada pula yang mengatakan bahwa pria tua itu memiliki kekuatan supranatural setelah kerasukan dybbuk, dan hal-hal mengerikan lainnya. Banyak orang yang mendatangi Schalman untuk meminta ramuan dan mantra cinta, bahkan para wanita yang menginginkan keturunan. 

Rotfeld meminta Schalman untuk membuatkannya sebuah golem, ya golem yang benar-benar serupa dengan wanita sungguhan. Rotfeld menginginkan makhluk dari lempung tersebut yang kelak akan menjadi istrinya. Hal yang mustahil, namun Schalman menyanggupi dengan bayaran yang cukup tinggi. Rotfeld sepakat dan meminta agar Schalman membuat golem wanita itu berkepribadian baik, yang sopan, patuh, punya rasa ingin tahu dan cerdas. Permintaan yang cukup aneh.

Setelah pesanannya selesai, Rotfeld bergegas membawa peti berisi 'calon istri' nya tersebut ke kapal yang akan membawanya ke Amerika, disertai amplop kedap air yang bertuliskan PERINTAH UNTUK SANG GOLEM. Ketika Rotfeld merasakan demam dan nyeri di tubuhnya, ia memutuskan untuk menghidupkan golem tersebut. Setelah perjuangan panjang, Rotfeld meninggal dalam pelayarannya menuju Amerika, jasadnya dilepaskan ke laut. 

Golem yang kebingungan kini menjelajahi Amerika sendirian, sampai akhirnya ia bertemu dengan Rabi Meyer, pria tua yang menolongnya dari amukan massa ketika ia mencuri sepotong knish untuk seorang anak yang kelaparan. Rabi Meyer menjadi masternya untuk sementara waktu, dan ia belajar banyak hal dari pria itu. Ia diberi nama Chava.

Sementara itu, di bengkel milik Arbeely di little Syiria, sesosok makhluk besar keluar dari guci tua penyok yang hendak ia perbaiki. Arbeely memiliki bengkel patri, dan pekerjaannya sehari-hari memperbaiki barang-barang tua milik tetangga sekitarnya. Guci tua itu milik Maryam Faddoul, istri pemilik kedai kopi di Washington Street. Maryam mendapatkannya turun temurun dari nenek moyang sampai kepada ibunya dan berakhir di tangannya ketika ia memutuskan untuk mengadu nasib di negara asing ini. Dan karena itulah Arbeely kini harus berhadapan dengan makhluk yang misterius namun tampan yang ternyata adalah sesosok jin dari masa lampau. 

Setelah mendengar kisah sang Jin, Arbeely memutuskan untuk merahasiakannya kepada Maryam dan orang-orang di lingkungannya. Ia menamai pria itu Ahmad dan mengajarinya cara mematri, sehingga orang-orang tidak akan curiga kepadanya. Ahmad cepat belajar dan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Hal ini tentu menghasilkan keuntungan besar bagi Arbeely dan membuatnya semakin dibanjiri pesanan untuk memperbaiki barang-barang rongsok milik tetangganya.

Ketika Rabi Meyer ditemukan meninggal dunia di kamarnya, Chava tampak terpukul karena sekali lagi ia harus kehilangan masternya. Pada saat itulah Chava bertemu dengan Ahmad. Chava yang takut jika identitasnya ketahuan segera berlari menjauhi Ahmad, namun ternyata Ahmad terus mengikutinya secara diam-diam menuju tempat tinggal Chava. Ketika pada akhirnya mereka bisa berteman dengan baik, peristiwa besar terjadi dan menyebabkan mereka saling menjauh. Sementara itu Yehudah Schalman yang menyamar menjadi petugas bernama Joseph Schall di rumah singgah tengah mencari sosok ciptaan yang ia serahkan kepada Rotfeld. 

Novel ini memiliki alur maju-mundur dengan latar belakang Amerika dan gurun pasir Suriah. Kemudian muncul nama-nama seperti Fadwa, Abu Yusuf dan penyihir bernama ibn Malik yang berhubungan dengan Ahmad beribu tahun yang lalu. Dan sosok ibn Malik-lah yang ternyata mengikat Ahmad sebagai budak dan mengikatnya ke dalam jasad manusia. Lantas bagaimana dengan Yehudah Schalman? Kamu bisa menemukannya di dalam novel The Golem and The Jinni

Menariknya, saya baru mengetahui bahwa buku karya penulis Helen Wecker ini ternyata masih ada kelanjutannya. Sayangnya buku kedua belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Dan saya berharap semoga Gramedia segera menerbitkan buku kedua yakni The Hidden Palace karena saya ingin tahu kelanjutan kisah dari Ahmad dan Chava ini.

Selamat Membaca! 😊








Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Booklover, Blogger yang tersesat megap-megap setelah multiply diberangus...

6 comments for "The Golem and The Jinni - Helen Wecker"

  1. Sepertinya menarik ya, dipikir-pikir sekarang-sekarang udah jarang banget baca novel. kalau dulu waktu masih jomblo, hihihi... tiap bulan wajib beli buku minimal 3, klo sekarang abis beli popok sama susu. wkkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo menurutku sih novel ini bagus, kak.. ada banyak budaya yahudi yang kalau dipikir-pikir mirip dengan ajaran Islam, di samping jalan ceritanya yang juga menarik ya.. ada hiburan dan sedikit pengetahuan yang bisa kita dapat sih..

      Hehehe bener ya, kalo udah jadi ibu pasti anak jadi prioritas..

      Delete
  2. Wuih menarik nih kisah buku ini ada supranaturalnya!.
    Baca buku genre begini pikiran jadi ikutan halu bayangin sosok yang serem.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. Gak seserem kalo baca buku cerita horror kok, Mas.. Malah kebayangnya yang cantik n ganteng.. Kalo baca Lockwood & Co. tulisannya Jonathan Stroud mungkin bisa ngebayangin yang ngeri2, aku baca sinopsisnya aja udah merinding.. hahaha.. dan aku gak mau baca buku itu

      Delete
    2. O, iya tow ...membaca buku nini kebayangnya malah ngga serem tapi kebayang para makhluk berwajah syantik and hensyem ., Hahaha .. dah kliru aku ....

      Delete
    3. wkwkwk.. tapi ada juga sih mas, sosok penyihir yang bikin aku sebel ngebayanginnya..

      Delete

Post a Comment