; Kim Ji-Young, Born 1982 - SayaNaia

Kim Ji-Young, Born 1982



Sebelumnya saya membaca novel Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982, lalu ada teman yang memberitahu saya kalau ternyata novel ini sudah diadaptasi menjadi film di akhir tahun 2019 lalu. Agak telat ya 😅. Sama seperti ketika saya membaca novelnya, menonton film Kim Ji-Young, Born 1982 pun membuat saya gemas dan cukup kesal. Bukan karena filmnya tidak bagus, tapi karena saya pun pernah merasakan apa yang dikisahkan dalam film ini. 

Ji-Young, seorang perempuan yang awalnya berperan sebagai wanita karier yang bekerja di bidang pemasaran, tiba-tiba saja harus menikah dan menghadapi situasi yang tidak menguntungkan bagi peningkatan kariernya. Setelah memiliki anak, Ji-Young terpaksa harus berhenti dari pekerjaannya dan menjalani hidupnya sebagai ibu rumah tangga dan mengurus putri kecilnya. Sebagai ibu rumah tangga, Ji-Young kerap mendapat tudingan bahwa ia hanya duduk diam bersantai di rumah lalu menghabiskan gaji dari suaminya untuk bersenang-senang. Faktanya Ji-Young mengalami kelelahan fisik dan mental, hingga mengalami depresi.

Perlahan-lahan, ingatannya tentang trauma masa lalunya kembali muncul. Bagaimana dulu ketika Ji-Young SMA, ia hampir mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh teman di tempat ia les sepulang sekolah. Sepulang dari tempat les, ia diikuti oleh teman laki-laki yang bahkan wajah dan namanya pun tidak ia ingat. Ji-Young berdiri di dekat wanita paruh baya, kemudian wanita itu merasa khawatir dan menawarkan bantuan karena Ji-Young terlihat sangat ketakutan. Ji-Young memberi kode kepada wanita itu agar meminjakannya ponsel, segera saja Ji-Young mengirimkan pesan kepada ayahnya agar menjemputnya di halte sebelum ia turun. Tetapi ayahnya tidak datang, dan terpaksa Ji-Young turun karena saat itu sudah malam dan ia tidak mungkin berkeliaran ke tempat jauh. Laki-laki itu ternyata ikut turun ketika Ji-Young turun, hampir saja lelaki itu menyentuhnya, wanita yang meminjamkan Ji-Young ponsel sewaktu di bus tadi ternyata juga ikut turun dan segera menolong Ji-Young. Ji-Young lalu menangis karena ia hampir saja celaka jika wanita itu tidak menolongnya. 

Setelah ayahnya datang menjemput Ji-Young di halte, bukannya membela dan berusaha menenangkan putrinya, ayahnya malah memarahi Ji-Young karena memakai rok yang terlalu pendek dan sikapnya yang mudah tersenyum kepada orang asing. Dan kejadian ini membuat Ji-Young terpaksa berhenti belajar di tempat les tersebut.

Suatu kali tiba-tiba Ji-Young bersikap dan berbicara seakan-akan ia orang lain, Ji-Young tidak menyadari bahwa ia mengalami depresi. Ji-Young hanya ingin bekerja seperti dulu, bahkan ia sangat ingin menjadi penulis, sesuai dengan pendidikan yang ia tempuh di universitasnya dulu, sastra Korea. 

Ji-Young bersikap aneh saat perayaan tahun baru di rumah mertuanya. Dae-Hyun (Gong Yoo) memberitahu ibunya tentang istrinya, ia juga meminta ibunya untuk merahasiakan masalah ini dari Ji-Young, namun akhirnya ia malah menghubungi Ji-Young dan sangat marah ketika Ji-Young mengatakan bahwa ia akan kembali bekerja seperti dulu. Tidak hanya itu, ibu mertuanya pun menghubungi Mi-Sook (Kim Mi-Kyung), ibu Ji-Young, bahwa putrinya sakit dan sudah bersikap sangat aneh. 

Adegan yang paling mengharukan dan membuat saya ikut menangis adalah ketika Ji-Young berbicara seolah-olah ia adalah nenek Ji-Young, yang meminta maaf kepada Mi-Sook, anak perempuannya yang sudah bekerja sangat keras demi membiayai sekolah dan kehidupan saudara laki-lakinya dan mengubur impiannya untuk menjadi guru. Ibu Ji-Young menangis dan memeluk Ji-Young karena tahu bahwa selama ini putrinya sangat menderita dan mengalami nasib yang sama seperti ia dulu. Ia tahu bahwa Ji-Young sangat ingin menjadi penulis, ibu Ji-Young menyemangati anaknya agar bisa mewujudkan impiannya. Sesampainya di rumah, ibu Ji-Young mengamuk ketika mendengar ayah Ji-Young membelikan obat untuk Ji-Seok, adik laki-laki Ji-Young. Ia melempar obat yang dibeli oleh suaminya, lalu meminta agar suaminya juga memperhatikan kondisi kedua putrinya, Ji-Young dan Eun-Young, lalu ia menangis sangat keras.


Film ini sangat dekat dengan kehidupan kita, bagaimana orang memandang wanita bukan hanya di Korea saja, bahkan di Indonesia pun diskriminasi terhadap perempuan masih sering terjadi. Wanita yang bersekolah tinggi, bekerja, lalu menikah dan kemudian berhenti bekerja karena lebih memilih untuk mengurus rumah tangga kerap dianggap hanya bersantai-santai dan menghabiskan gaji suaminya saja. Pun dengan wanita yang memilih untuk tetap bekerja setelah memiliki anak, dianggap sebagai ibu yang gagal karena meninggalkan anaknya dengan pengasuh di rumah. 

Saya sendiri pernah mengalami ini, ketika saya melahirkan anak pertama dan memutuskan untuk berhenti bekerja dan memilih untuk mengasuh anak saya, banyak sekali komentar-komentar yang menyakitkan yang saya terima 😩. Ada yang bilang saya sarjana gak berguna karena sudah sekolah tinggi, punya karier bagus, lalu malah berhenti bekerja untuk bersantai-santai dan menghabiskan gaji suami 😆. Dulu waktu saya masih bekerja dan harus dinas beberapa hari di luar kota, orang itu juga yang mengatakan bahwa saya tidak tahu diri karena sudah menikah malah pergi dinas dan meninggalkan suami sendirian di rumah. Duh ngakak! 

Menonton film ini membuat perasaan saya ikut diaduk-aduk, seolah-olah saya lah Kim Ji-Young itu sendiri. Tapi di film ini diceritakan betapa suami Ji-Young sangat mencintai istrinya, dan memang benar bahwa dukungan penuh dan kasih sayang dari suami-lah yang bisa menghalau kecemasan dan depresi yang sedang dihadapi oleh istri. Dan saya pun bersyukur karena suami saya pun seperti Dae Hyun yang mendukung penuh apapun keputusan yang saya ambil. 

Pada penayangannya di tahun lalu, film ini sempat menjadi kontroversi di negaranya sendiri. Namun meski begitu, film ini berhasil mendapatkan penghargaan dengan Kim Do-Young sebagai Sutradara Terbaik dalam Baeksang Awards, dan Jung Yu-Mi sebagai Aktris Terbaik dalam Daejong Film Awards.



Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Booklover, Blogger yang tersesat megap-megap setelah multiply diberangus...

2 comments for "Kim Ji-Young, Born 1982"

  1. Udah nonton Cheese in a Trap, bu? Kisah mahasiswi yang bertahan hidup dari beasiswa dan gaji part time. Sempet dibully pulak di kampus. Nyaris putus kuliah karena bokapnya yg patriarkis lebih milih ngeluarin biaya buat kuliah adiknya di US (padahal anaknya gak mao) dalam keadaan pengangguran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum, mbak. itu udah lama masuk waiting list tapi malah lupa XD. Sekarang aku lagi nonton let's eat 3.

      Delete

Post a Comment

Berlangganan via Email