; Hening - SayaNaia

Hening

image from google

Halo, selamat hari raya idul fitri ya buat teman-teman yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin 🙏. Apa kabar semua? Mudah-mudahan masih tetap dalam keadaan sehat ya. Lebaran kali ini suasananya berbeda sekali dengan tahun lalu, tahun ini ayah saya tidak menerima tamu! Ya, karena situasi yang belum aman. Dan satu hari sebelum hari raya idul fitri kemarin saja jumlah pasien covid-19 meningkat sebanyak 929 orang! 

Tahu dong ya budaya Indonesia yang harus dan wajib banget beli baju baru menjelang lebaran? Padahal sudah ada imbauan kalau lebaran ini sebaiknya di rumah saja dan gak menerima tamu. Sehari sebelum lebaran itu saya sempat keluar rumah sebentar karena ada keperluan mendadak, gak lupa ya pakai masker dan jaga jarak. Tapi orang-orang ramai berkerumun, mereka pakai masker.. tapi di leher 😑 ini tuh sama kayak pengendara motor yang bawa helm tapi helm-nya dipegang, bukan di pakai. Dan orang-orang ini malah menatap saya dengan pandangan 'ini alien dari mana sih?'.

Dan hari ini pun saya terpaksa belanja sayuran di sekitar tempat tinggal ayah saya karena stok sayuran di kulkas sudah menipis. Saya tetap pakai masker walaupun katanya belum ada yang positif. Orang-orang lagi-lagi menatap saya dengan aneh, ya gak apa-apa sih, terserah. Saya gak tersinggung dengan tatapan kalian yang kelihatannya tersinggung banget lihat saya pakai masker 😅. 

Saya kepikiran dengan omongan kakak sepupu saya, beliau perawat di RSUD di Jakarta Pusat. Gimana dia harus menguatkan diri setiap hari melihat 2-3 orang pasien covid-19 yang meninggal di depan matanya dan kebanyakan manula, dan beberapa rekan sejawatnya juga berguguran. Kok ya masih ada aja yang menganggap enteng penyakit ini? Seolah-olah para tim medis hampir 3 bulan ini lagi pada becanda di RS. 

Tapi saya bersyukur banget keluarga besar dari pihak ayah atau mama saya sudah paham soal bahayanya pandemi ini. Jadi kami tidak saling berkunjung karena kondisinya belum memungkinkan. Saya hanya mengunjungi mertua sebelum lebaran, lalu kabur sekitar jam 10 di hari raya karena di lingkungan mertua saya kebetulan orang-orangnya cuek banget. Cuma pakdhe-budhe dan satu sepupunya suami aja yang tutup pintu gak mau terima tamu kecuali keluarga dekat. 

Pun dengan ayah saya yang alhamdulillah-nya mau denger omongan anak-anaknya untuk tetap di rumah. Saya cuma berlebaran ke rumah uwak (kakaknya ayah) yang rumahnya bersebelahan dengan rumah ayah saya. Gak ada sepupu lain yang rumahnya jauh-jauh. Sedih? iya, banget. Tapi kita bisa apa? Yang penting dalam hati sudah ikhlas memaafkan segala salah dan khilaf. Semoga tahun depan bisa bertemu lagi dengan ramadhan dan lebaran dengan situasi yang sudah benar-benar aman dan gak menegangkan seperti sekarang.
Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Booklover, Blogger yang tersesat megap-megap setelah multiply diberangus...

2 comments for "Hening"

  1. Padahal kita (jabodetabek) udah red zone ya.. tapi banyak warga yg bikin hopeless kapan selesainya ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, lenteng agung sekarang sudah ada yang positif.. baru aja ini pasca lebaran

      Delete

Post a Comment

Berlangganan via Email