; People of The Book - Geraldine Brooks - SayaNaia

People of The Book - Geraldine Brooks

Judul Buku  : People of The Book
Penulis        : Geraldine Brooks
Penerjemah : Femmy Syahrani
Penyunting  : Siska Yuanita
Penerbit       : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2015
Tebal           : 504 Halaman
ISBN           : 978-602-03-1447-1
Kategori      : Novel Dewasa



"Di sana, saat orang membakar buku, ia sesungguhnya membakar manusia."
Heinrich Heine




Hanna Heath adalah seorang konsevator buku langka dari Australia. Sehari-hari, ia berkutat dengan pisau, pasta gandum, benang linen dan berbagai macam benda lainnya. Berbeda dengan ibunya yang berprofesi sebagai dokter bedah syaraf, Hanna lebih memilih untuk memperbaiki dan meneliti buku langka, ikut dalam proyek-proyek menarik yaitu konservasi naskah abad pertengahan. Dan ia harus menerima konsekuensinya, kulit tangannya pecah-pecah dengan punggung yang bergelambir akibat terlalu sering menggesek lemak dari usus sapi menggunakan batu apung. Ibunya bahkan mengejeknya, menyebut tangan Hanna seperti tangan tukang cuci. Ini dilakukan karena ia harus membuat lembar kertas emas schoder sendiri, dengan cara menempa, melipat, dan menempanya lagi pada permukaan lembut usus anak sapi yang sudah digosok.

Tidak seperti pekerjaan-pekerjaan sebelumnya, kali ini Hanna bekerja dengan ditunggui oleh enam orang, dua satpam bank, dua polisi Bosnia, dan dua penjaga perdamaian PBB. Biasanya Hanna bekerja seorang diri, di dalam laboratoriumnya yang sepi, bersih dan terang. 

Hanna terbang ke Bosnia untuk meneliti keaslian dari Haggadah Sarajevo, naskah Ibrani yang langka dengan ilustrasi yang mewah. Ia bertemu Amitai Yomtov, laki-laki brilian kelahiran Sabra, Israel. Amitai menjelaskan bahwa naskah ini diyakini dibuat di Spanyol pada abad pertengahan, saat keyakinan Yahudi dengan tegas melarang ilustrasi apapun. Buku Kecil ini sudah menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi di beberapa bagian negara di dunia. Tahun 1894, buku ini muncul di Sarajevo, ilustrasi di dalamnya mempengaruhi dan menjungkirbalikkan pemikiran tentang larangan ilustrasi dalam buku ritual ibadah Yahudi, dan tentu menyebabkan perombakan pada tulisan sejarah seni.

Lalu buku ini menghilang di awal pengepungan Sarajevo di tahun 1992, pada saat itu museum dan perpustakaan menjadi sasaran dalam pertempuran. Buku ini sempat diselundupkan dan dijual, juga hampir menjadi sasaran bom fosfor bersama akta tanah Utsmaniyah, Al-Qur'an kuno, dan gulungan Slavia.

Haggadah ini dianggap sebagai lambang keselamatan idealisme multi-etnis di Sarajevo. Ozren Karaman, kepala perpustakaan museum adalah orang yang menyelamatkan naskah ini di tengah berondongan tembakan yang hendak meluluhlantakkan museum saat itu, dan ia adalah seorang muslim. Ia dianggap sebagai pahlawan atas aksi penyelamatan naskah tersebut dan berani mempertaruhkan nyawanya sendiri. 

Pada Perang Dunia ke II, buku ini juga diselamatkan oleh seorang muslim dari sasaran Nazi. Seorang pastor Katholik menyelamatkan buku ini dari api inkuisisi, yang lazim digunakan untuk membakar naskah-naskah yang dianggap menyimpang dan membahayakan gereja di Venesia pada tahun 1609. Juru tulis yang menulis teks buku dan membuat ilustrasi Haggadah ini, harus menyaksikan keluarganya dibunuh di depan matanya, sementara ia dijual sebagai budak di tahun 1492 di Tarragona.

Hanna sendiri mendapat informasi tentang pekerjaan konservasi Haggadah ini dari gurunya, Werner Heinrich, seorang spesialis naskah Ibrani terkemuka di dunia, seperti halnya Amitai. Bagi Hanna, pekerjaan ini sangat penting untuk membuktikan kepada ibunya, bahwa pilihannya terhadap profesinya ini tidak bisa diabaikan begitu saja, seperti yang dikatakan ibunya selama ini, bahwa Hanna hanya menyia-nyiakan waktunya saja.

Kemudian Hanna menyadari alasan ilustrasi Haggadah ini dibuat di masa lampau. Namun ia kecewa karena upayanya melakukan penyelidikan berbulan-bulan sia-sia saja karena setelah naskah itu selesai dikonservasi, secara tiba-tiba kodeks asli tersebut berpindah tangan dan dibuat tiruannya. Dan tiruannya tersebut disimpan di dalam kotak kaca di museum, sementara naskah yang asli tidak diketahui keberadaannya. 

People of The Book ini termasuk buku fiksi yang sarat dengan peristiwa bersejarah yang terjadi selama periode penghancuran buku besar-besaran di masa lalu. Juga menggambarkan bagaimana dulu manusia bisa hidup berdampingan tanpa melihat agama apa yang mereka yakini. 
Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Booklover, Blogger yang tersesat megap-megap setelah multiply diberangus...

2 comments for "People of The Book - Geraldine Brooks"

  1. Buku yg menarik untuk dibaca. Terima kasih, top deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe terima kasih kunjungannya, Bang. Semoga sehat selalu

      Delete

Post a Comment

Berlangganan via Email