; An Evening in Cairo - Cinta di Titik Nol - SayaNaia

An Evening in Cairo - Cinta di Titik Nol

Judul Buku  : An Evening in Cairo
Penulis        : Ihsan Abdel Quddous
Penerjemah : Ali Ghufron
Editor           : Pray
Penerbit       : Dastan Books
Tebal            : 180 halaman
ISBN            : 979-98423-5-2






"Cintamu adalah nasibku. Sejak kita bertemu dan hidup bersama, apa yang ditetapkan cinta adalah nasibku.."


Mirfat gadis cantik dan pintar keturunan Mesir yang berkulit putih dan berambut pirang. Ia diberi kebebasan bergaul oleh kedua orang tuanya, kebebasan yang tetap dalam pengawasan. Ia tumbuh besar dan kemudian menjadi seorang mahasiswa di fakultas sastra jurusan sastra Inggris di universitas di Mesir. 

Pada tahun kedua di fakultas sastra, Mirfat bertemu dengan seorang pria berkulit hitam, Hasan Babakar Faki. Hasan adalah seorang mahasiswa asal Sudan. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di Khurtum kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Kairo. Mirfat sangat mengagumi Hasan, dan menyebutnya sebagai mahasiswa terbaik di universitas. Hasan adalah seniornya yang duduk di semester terakhir, dan sering membantu Mirfat dalam mempelajari diktat kuliahnya. 

Mirfat membawa Hasan ke rumah untuk bertemu dengan ibu dan anggota keluarga yang lain. Ibu Mirfat yang biasanya sangat longgar dengan persahabatan putrinya, terlihat sangat tidak suka akan kedekatan Mirfat dengan Hasan. Begitu pula dengan bibinya, Su'ad. Ibunya berharap Mirfat tidak melanjutkan persahabatannya dengan Hasan dengan ikatan pernikahan. 

Sebagian keluarga besar anggota keluarga menunggu hari berakhirnya persahabatan Mirfat dengan Hasan, setidaknya setelah Hasan menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke negaranya. Namun nyatanya setelah pendidikan Hasan tamat, mereka berdua tetap saling berkomunikasi. Hampir setiap hari Mirfat meminta izin kepada ibunya untuk bertemu dengan Hasan di luar rumah. 

Sampai akhirnya Mirfat memberi tahu pamannya bahwa ia akan segera menikah dengan Hasan, pria yang dicintainya. Mirfat sudah sangat terobsesi dengan Hasan, cintanya kepada Hasan begitu besar. Namun ketika Mirfat menyampaikan keinginannya kepada ayah dan ibunya, kedua orang tua Mirfat mengamuk, bahkan Narmin, adiknya, juga ikut menolak rencana pernikahan itu dan menyebabkan Mirfat kabur dari rumah dan tinggal di rumah pamannya. 

Pada akhirnya ayah dan ibu Mirfat menyetujui rencana pernikahan itu. Setelah menikah di Mesir, Hasan membawa Mirfat ke Khurtum ditemani sepupunya, Yasir. Namun sejak menginjakkan kaki di Khurtum, sikap Hasan terlihat berubah. Ia tidak tersenyum dan berjalan mendahului Mirfat dalam beberapa langkah, sampai-sampai Mirfat merasa sedang berlari di belakangnya. 

"Kita hidup dengan cinta, walau bagaimanapun permainan nasib.."

Setibanya di rumah Hasan, hanya ayahnya saja, Babakar Faki, yang menyambut kedatangannya. Anggota keluarga lain menampakkan wajah tidak suka dan memberikan pelukan dingin, bahkan saudara perempuan Hasan, Sarah, mengibaskan tangan dan menjauhinya. Hanya Khadum, sepupu Hasan yang menyambutnya dengan hangat. Dan masalah demi masalah datang setelah kepindahannya di Khurtum. Hasan di Khurtum tidaklah sama dengan Hasan di Mesir dulu. Mirfat banyak menanggung beban, dia menanggung bebannya sendiri, beban cintanya kepada Hasan. 

Cinta yang menggebu-gebu, perasaan yang berlebihan sampai tak tampak lagi keburukan yang ada pada diri orang yang dicintainya. Ya mungkin masih banyak perempuan di luar sana yang tidak mampu melawan, tapi tidak dengan Mirfat. Novel ini menggambarkan perbedaan adat istiadat yang cukup jelas, kebebasan berpendapat pada kaum perempuan, dan bagaimana perempuan bisa kuat berdiri dengan pemikiran-pemikiran mereka. 





Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Booklover, Blogger yang tersesat megap-megap setelah multiply diberangus...

No comments for "An Evening in Cairo - Cinta di Titik Nol"

Berlangganan via Email