; Cafe Waiting Love - Giddens Ko - SayaNaia

Cafe Waiting Love - Giddens Ko

Judul Buku      : Cafe Waiting Love
Penulis            : Giddens Ko
Penerjemah     : Julianti
Penerbit          : Penerbit Haru
Tahun Terbit    : Januari 2016
Tebal              : 404 Halaman
ISBN              : 978-602-7742-70-3






Hai halo teman-teman, apa kabar? Maaf ya baru sempat update blog lagi. Sebetulnya ini draft dari bulan November, tetapi tiba-tiba lupa di post dan seminggu kemarin susah untuk masuk dan ada pemberitahuan kalau server error efek dari kebakaran di gedung Cyber beberapa waktu yang lalu. 

Bulan lalu saya merampungkan baca buku Cafe Waiting Love, gak ada salahnya saya bikin resensinya ya. Mumpung masih ingat dan gak perlu obrak-abrik tumpukan buku yang entah sejak kapan melambai-lambai minta diresensi. Eh πŸ™ˆ.

Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, judul novelnya adalah Cafe Waiting Love yang ditulis oleh Giddens Ko. Buku ini kebetulan masuk dalam jajaran TBR. Masih ingat kan istilah TBR dalam dunia perbukuan? Ya, TBR artinya To Be Read. Nah buat yang lupa atau malah belum baca istilah-istilah dunia perbukuan, nih saya kasih link-nya lagi ya Istilah Dalam Dunia Perbukuan 1 dan 2 πŸ™Š. 

Li Siying bekerja paruh waktu di sebuah kafe bernama Cafe Waiting Love, setiap hari ia bersama Albus dan nyonya boss. Tidak seperti pelajar tingkat akhir yang mengikuti les untuk persiapan ujian akhir, Siying lebih memilih untuk bekerja paruh waktu. Tentu saja ia berjanji akan mempertahankan nilai-nilainya supaya bisa tetap diizinkan bekerja di kafe tersebut.

Diam-diam Siying memperhatikan pemuda yang selalu duduk sendiri di depan laptopnya. Pemuda tersebut adalah seorang mahasiswa dari Universitas Chiao Tung. Hampir setiap hari ia duduk sambil membaca majalah bisnis dan memesan kopi Kenya. Gara-gara Zeyu, si pemuda itu, Siying bertekad untuk bisa menjadi mahasiswa di Universitas Chiao Tung. 

Albus, si peracik kopi andal, dan nyonya boss yang kelihatannya seperti pemilik kafe yang suka bermalas-malasan, nyatanya memperhatikan tingkah laku Siying. Tak jarang mereka berdua menggoda Siying dengan menyebut Kenya-mu, setiap kali Zeyu datang. Siying dan Zeyu menjadi akrab setelah insiden penyiraman kopi yang dilakukan oleh pacar Zeyu. Bagi Siying, pacar Zeyu sangat keterlaluan. Ketika Zeyu akhirnya putus, Siying tidak tahu apakah ia harus merasa sedih atau senang. Siying yang iba dengan Zeyu, mulai sering berkirim memo dan perlahan mereka menjadi akrab.

Sementara itu di kampus sang kakak, ada pemuda legendaris dari klub seluncur yang namanya terkenal seantero kampus. A Tuo, dia begitu terkenal setelah kekasihnya (yang sudah berpacaran dengannya cukup lama) tiba-tiba saja direbut oleh seorang lesbian. Entah bagian mana yang salah, apakah selama ini  A Tuo tidak tahu bahwa kekasihnya memang penyuka sesama jenis? Atau kejadian itu terjadi begitu saja? Entah. Yang jelas, Siying merasa kasihan dengan pemuda itu.

Lalu sekolah Siying kedatangan mahasiswa yang berasal dari klub seluncur yang akan mengajari murid SMA Hsinchu. Dan ada seorang mahasiswa yang terus menjadi bulan-bulanan dari teman-temannya, setelah lelucon tentang kekasih sang pemuda yang direbut oleh lesbian terlontar, barulah Siying menyadari bahwa pemuda itu adalah A Tuo yang pernah diceritakan oleh kakak Siying.

Pada saat A Tuo tidak sengaja datang ke kafe, Siying bertekad ingin meminta maaf mewakili teman-temannya kepada A Tuo tentang lelucon itu. Mulanya Siying  tidak menyadari, tetapi setelah beberapa kali kunjungan, Siying akhirnya tahu bahwa orang yang telah merebut kekasih A Tuo tak lain adalah Albus, barista yang juga rekan kerja Siying di kafe.

Ketika teman-teman A Tuo merundungnya di kafe, Siying lantas membela A Tuo dan mengatakan bahwa perbuatan mereka sudah sangat keterlaluan. Setelah itu A Tuo dan Siying menjadi akrab. Pemuda itu beberapa kali mengajak Siying menghabiskan waktu setelah pulang kerja, bahkan ke tempat-tempat rahasia yang tidak diketahui orang lain. Siying mulai mengenal siapa saja yang menjadi teman A Tuo. 

Sesaat sebelum pergi ke Afrika, A Tuo mengajak Siying untuk bertemu. Dan pada saat yang sama, Zeyu mengungkapkan perasaannya pada Siying. Lantas, siapakah yang akan Siying pilih?

Membaca ini membuat saya ikut gregetan. A Tuo yang memilih untuk mengalah tanpa berusaha mengatakan tentang perasaannya pada Siying, dan Siying yang terus saja menunggu Zeyu sampai tidak menyadari bahwa selama ini A Tuo selalu berada di dekatnya. Pun setiap kali Zeyu berganti pacar dan terus menanyakan berapa nilai untuk pacar-pacar barunya kepada Siying. 




Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Ibu dari 3 orang anak, Bookworm, Senang menonton drama dan film, Ambivert, Senang menertawakan kehidupan, Terlahir dengan wajah jutek dan aslinya memang galak sih.. Hehehehe

5 comments for "Cafe Waiting Love - Giddens Ko"

  1. kasian a tuo ya kak...dia jadi swcond lead malenya ya...hihihi

    biasanya gitu sih tapi ga kalah cakep dari tokoh utama cowoknya

    nama namanya unik juga ya kak, mandarin kan ya ink

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, ini Taiwan tepatnya, Mbul.. aku bacanya gemes2 gimana gitu.. hehehehe pengen ketok kepalanya satu2

      Delete
  2. Kidah pertemanan dan percintaan itu enak untuk dibaca dan simak. Serasa menyasikan peristiwanta langsung. Selamat pagi ananda Nsia. Terima kasih telah singgah berbagi., doa sehat untuk keluarga di sana.

    ReplyDelete
  3. Kisah pertemanan dan percintaan itu enak dibaca dan disimak. Seakan kita terlibat langsung di dalamnya. Terima kasih telah berbagi, ananda Naia. Selamat berhari minggu bersama keluarga.

    ReplyDelete
  4. Dilihat dari nama-nama karakternya mungkinkah ini Novel China Kak?

    Cerita NTR yang menarik loh iniπŸ˜πŸ‘

    ReplyDelete

Post a Comment