Buku Elektronik Atau Buku Cetak?
"A reader lives a thousand lives before he dies."
George R.R. Martin, A Dance with Dragons"
Belakangan ini saya sedang agak rajin membaca buku elektronik. Itu karena sebelumnya saya merasa bosan ketika harus dirawat di rumah sakit, sementara saya kesulitan memegang buku cetak karena tangan kanan saya diinfus. Mau tidak mau, saya meminta dibawakan tab untuk membaca buku yang tersedia di aplikasi play books. Ternyata lumayan juga 😅.
Tetapi tentu saja kekurangannya adalah mata saya mudah lelah menatap layar. Makanya untuk urusan buku, saya lebih suka membeli dan membaca buku fisik atau buku cetak. Selain itu aroma kertas dari buku benar-benar menenangkan. Hayo di sini siapa yang suka mencium aroma buku? Kalo iya, kalian bisa disebut "book sniffer". Sementara untuk aroma buku disebut "bibliosmia". Bagus ya namanya.
Selain aroma kertas, keunggulan dari buku fisik bagi saya ya lebih enak dipegang dan gak bikin mata cepat capek. Lalu bisa dipajang berjajar cantik di rak buku. Tapi kekurangannya tentu saja juga ada. Bagi saya penggemar buku bantal, alias buku dengan ketebalan di atas 500 halaman, buku cetak bikin tangan saya pegal. Apalagi kebiasaan saya membaca sambil tiduran. Ini jangan ditiru ya?! 😅 Pernah pergelangan tangan saya terkilir gara-gara saya nekat memegang buku dengan ketebalan hampir 1000 halaman tetapi saya membacanya sambil tiduran. 🙄. Akibatnya tangan saya kaku dan agak sulit digerakkan. Tetapi apakah saya kapok? Oh tentu tidak 😷 saya masih melakukannya lagi setelah tangan saya pulih.
Lalu apa kelebihan dari buku elektronik? Tentu ada dong. Kelebihannya bisa diberi tanda dengan garis tanpa merusak halaman buku. Maklum, saya paling anti mencoret-coret atau menandai kalimat di buku cetak. Rasanya sayang, bahkan saya menjaga buku agar bersih dan tidak lecek. Nah, tentu saja buku elektronik gak bakal lecek. Selain itu, buku elektronik juga bisa dibaca malam hari dengan pencahayaan minim. Sangat cocok untuk saya yang suka membaca buku ketika anak-anak sudah tidur dan suasana hening.
Tetapi kekurangannya adalah pastikan baterai di gawai kita cukup ya, kan sedih kalo lagi seru-serunya membaca, tiba-tiba baterai habis. Harga buku eletronik juga cukup mahal bagi saya. Rasanya kok lebih rela mengeluarkan uang untuk buku cetak yang aromanya bisa kita hirup.
Nah kalo teman-teman lebih suka buku cetak atau buku elektronik?


No comments for "Buku Elektronik Atau Buku Cetak?"
Post a Comment