; Cookie - Jacqueline Wilson - SayaNaia

Cookie - Jacqueline Wilson

Judul Buku : Cookie
Penulis       : Jacqueline Wilson
Penerbit     : Corgi
Tebal          : 331 halaman
ilustrasi      : Nick Sharrat
ISBN          : 978-0-552-55831-0



Beauty Cookson is plain and timid, and all the super-confident and snooty girls at school think her name is ridiculous and tease her horribly.





Beauty Cookson atau yang biasa dipanggil Beauty, adalah anak perempuan satu-satunya dari keluarga kaya raya. Ayahnya, Mr. Cookson adalah seorang pengusaha properti yang sukses. Sebelum Beauty lahir, ayahnya sudah memiliki tiga orang anak laki-laki dari 2 istri terdahulu, Gerry Junior, Mark dan Ryan. Ibunya, Dilly, adalah istri ketiga setelah ayahnya berpisah dengan bibi Avril dan bibi Julie. Setiap hari sepulang ayahnya bekerja, mereka bertiga berkumpul di ruang keluarga dan menyanyikan lagu Happy Homes yang digubah sendiri oleh ayahnya.


"Happy Homes, Happy Homes

Where everyone smiles
And nobody moans-
There's a mummy
And a daddy
And a gorgeous little girl
So if we're Happy in our Home
Then give us a twirl!"


Ayahnya sangat sayang dan memanjakan Beauty, ia memberikan apapun yang Beauty mau, semua fasilitas diberikan untuknya. Meski begitu, ayahnya mudah sekali marah. Ia bisa saja tertawa, kemudian berkata-kata kasar dan menampar ibunya hanya dalam hitungan detik. Beauty merasa terlalu banyak aturan di dalam rumah itu, rumah yang besar dengan berbagai fasilitas mewah, namun terasa hampa bagi Beauty dan ibunya. 

Beauty sangat suka kelinci, tetapi ayahnya tidak pernah mengizinkannya untuk memelihara hewan itu di rumahnya. Itulah sebabnya Beauty masih saja menonton acara televisi untuk anak-anak balita, Sam and Lily in the Rabbit Hutch. Dan Beauty sudah menonton acara itu sejak ia berumur 5 tahun. 

Di sekolah, teman-teman memanggilnya dengan sebutan 'Ugly'. Menurut mereka nama Beauty tidak pantas untuk anak berpipi tembam dan berkacamata seperti dirinya. Beauty juga sangat pemalu, dia hanya memiliki seorang sahabat bernama Rhona. Dan sayangnya Rhona juga berteman dengan Skye dan Arabella, yang dengan terang-terangan mengaku bahwa mereka berdua sangat membenci Beauty. Rhona bersahabat dengan Skye karena mereka bertetangga sejak kecil. Meski Skye melarang Rhona berteman dengan Beauty, Rhona tidak peduli dan tetap menganggap Beauty dan Skye sebagai sahabat. 

Dilly, ibu Beauty, tidak bisa memasak. Tetapi dia selalu berusaha untuk membuat sesuatu di dapur walaupun hasil masakannya hanya akan di buang ke tempat sampah oleh ayahnya. Ibunya berusaha untuk belajar memasak sesuatu, dan ia mencoba membuat biskuit. Beauty terkesan dan ingin mengganti namanya menjadi Cookie di ulang tahunnya nanti. 

Ayahnya merencanakan pesta ulang tahun Beauty dengan tema "Birthday Bonanza", dan tentu saja semua anak di kelas Beauty diundang, termasuk Sky dan Arabella! Sebelum ke tempat pesta, Ayah sengaja mengundang teman-teman sekelasnya untuk melihat rumahnya yang super besar dan mewah, untuk membuat mereka terkesan dan mau berteman dengan Beauty. 

Di pesta ulang tahun, Rhona memberi anak kelinci kecil sebagai hadiah. Karena Rhona tahu bahwa Beauty sangat menyukai kelinci. Ayahnya tidak suka, maka dengan sengaja ia membuka kandang kelinci dan membiarkannya berkeliaran di halaman rumahnya dengan maksud agar kelinci itu kabur. Hal mengejutkan terjadi, kelinci pemberian Rhona mati diserang musang. Darah berceceran di mana-mana. Beauty sangat terpukul, tetapi ayahnya hanya tertawa dan hanya mengucapkan maaf yang tidak tulus. Ibu Beauty sangat marah dan akhirnya mengajak Beauty pergi dari rumahnya ketika ayahnya tidak tahu. 

Bagaimana nasib Beauty dan ibunya setelah pergi dari rumah? 

Seperti biasa oma Jacky menggambarkan sosok anak perempuan yang kuat dan tegar, begitu pula dengan ibunya yang akhirnya berani bertindak setelah sekian lama bertahan dari pukulan dan tamparan ayah Beauty. Novel yang membuat perasaan bercampur aduk, marah, sedih tertawa secara bersamaan. Saya membaca versi bahasa inggris ya, jadi mungkin bahasanya agak sedikit berbeda dengan novel versi terjemahannya. 😅


Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Booklover, Blogger yang tersesat megap-megap setelah multiply diberangus...

No comments for "Cookie - Jacqueline Wilson"

Berlangganan via Email