; Bencana Lisan - VBI_Djenggotten - SayaNaia

Bencana Lisan - VBI_Djenggotten

Judul Buku    : Bencana Lisan
Penulis          : Vbi Djenggotten (Veby Surya Wibawa)
Ilustrasi         : Vbi Djenggotten
Penerbit         : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit   : 2016
Tebal             : 184 Halaman
ISBN             : 9786020325897



"Dosa yang paling sering terjadi pada bani Adam,
terkait dengan lisannya"
(HR. Thabrani)




Dari dulu sampai sekarang, masalah utama manusia diawali dari lisannya. Entah salah berucap, atau malah memang gemar membicarakan sesuatu yang bukan menjadi urusannya. Kalau dahulu orang ramai bergosip di depan rumah, atau sedang duduk berkumpul di warung kopi. Zaman sekarang, orang ramai di sosial media. Kini yang tajam bukan lagi lidah, namun jari jemari sudah mewakili ketajaman lidah manusia ketika mengomentari seseorang. Seakan-akan kita lah yang paling benar, kita lah yang paling suci dibanding dengan yang lain.

Pesan menggurui di depan umum pun sudah dianggap wajar. Padahal, jika memang kita ingin menegur karena sayang dengan saudara atau teman kita, sudah sepatutnya kita menegurnya secara pribadi, bukan di depan umum atau melalui sosial media. Sindir menyindir di status facebook, dalam caption instagram atau bahkan snap di whatsapp seolah sudah menjadi hal yang biasa saja. 


Abdullah bin Amru menuturkan bahwa Rasulullah bersabda,

"Di antara  golongan dosa terbesar adalah mencela kedua orang tua"
Para sahabat bertanya,
"Bagaimana bisa seseorang mencela kedua orang tuanya sendiri?"
Nabi menjawab,
"Seseorang mencela ayah orang lain, kemudian orang tersebut membalas mencela ayah dan ibunya"

(HR. Bukhari dan Muslim)


Begitu orang yang dimaksud protes dan bilang tidak suka, keluar deh kata-kata 'skip, baperan', 'baper amat sih, cuma bercanda aja', 'gak bisa diajak bercanda nih, payah'. Setelah ramai kata baper alias terbawa perasaan, kayaknya manusia itu sudah gak berhak lagi untuk marah. 

Belum lagi tuduhan-tuduhan miring yang dialamatkan kepada seseorang yang belum pasti kebenarannya. Dalam Islam, jika kamu salah menuduh orang maka itu fitnah. Tetapi jika ucapan itu benar maka kamu sudah melakukan ghibah. Jika dari omonganmu membuat orang lain bertengkar, maka kamu sudah melakukan namimah alias adu domba.

Buku komik ini mengingatkan kita untuk tidak berlaku zhalim terhadap sesama manusia. Terkadang ada hal-hal yang tidak kita sadari dan menyebabkan orang lain sakit hati. Sementara hidup itu bukan hanya berlaku ikatan manusia dengan Allah saja (hablum minallah), tetapi juga hubungan manusia dengan manusia lain (hablum minan naass). 

Selain itu, ada juga tentang manusia yang suka melaknat dan mengutuk. Seperti yang dikatakan dalam hadits, melaknat seorang mukmin serupa dengan membunuhnya. Ini mengapa melaknat dan mengutuk kepada sesama manusia atau terhadap benda mati sekali pun sangat dilarang di dalam ajaran agama Islam. Karena melaknat berarti membuang dan menjauhkan dari rahmat Allah.




Buku ini mengajak kita untuk menyadari bahwa segala sesuatu yang kita ucapkan, yang kita ketik di sosial media, akan diminta pertanggung jawabannya di akhirat kelak. Satu ucapan manusia bisa menghilangkan nyawa seribu orang, satu ucapan manusia bisa menjunjung tinggi manusia yang gemar melakukan dosa. Satu ucapan manusia dapat mempengaruhi banyak orang untuk memusuhi dan membenci orang lain. Naudzubillah.


Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Ibu dari 3 orang anak, Bookworm, Senang menonton drama dan film, Ambivert, Senang menertawakan kehidupan, Terlahir dengan wajah jutek dan aslinya memang galak sih.. Hehehehe

2 comments for "Bencana Lisan - VBI_Djenggotten"

  1. yup, betul banget tuh mba Naia, jaman sekarang yang tajam bukan lagi lidah tapi jari-jemari dan bahayanya lagi jari jamari tersebut bisa lebih tajam dari lidah,..heem

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya koh.. hahaha makanya saya kalo upload foto di IG kadang suka saya matiin kolom komentarnya, karena males nanti ada komen gak enak. Saya juga batasi komen cuma untuk followers aja. hehehehe

      Delete

Post a Comment