; Masih di Rumah Saja - SayaNaia

Masih di Rumah Saja

Hampir satu bulan sudah kita berpuasa, Ramadhan tahun ini segera berakhir. Sedih. Karena Ramadhan kali ini gak semeriah biasanya, karena mesjid ditutup dan gak terdengar suara orang shalat tarawih berjamaah dari pengeras suara di mesjid. Gubernur DKI Jakarta memperpanjang PSBB sampai 4 Juni 2020, artinya lebaran sebaiknya di rumah masing-masing dulu, kan masih bisa lewat telepon, sms, whatsapp, dll. Mudah-mudahan ini semakin memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah ya. Walaupun gak bisa saling berkunjung, tapi bukan berarti lupa atau sudah gak ada rasa sayang. Halah.


image from google

Jelang hari raya idul fitri begini pasar malah semakin ramai, entah nanti 1 hari setelah lebaran apakah akan ada laporan terjadinya peningkatan jumlah pasien Covid-19? Jangankan hari ini, beberapa waktu lalu aja sudah ada kerumunan orang yang katanya sih sedih karena salah satu tempat makan yang sudah legendaris mau ditutup. Sedih katanya,  lalu bikin live di story IG, foto-foto, bikin video, jadi konten trus ditonton banyak orang. Kemudian gaduh karena tiba-tiba ada yutuber yang bikin pernyataan kalau dia gak takut dengan covid-19, dia gak menerapkan anjuran untuk memakai masker ketika keluar rumah, gak mau pake hand-sanitizer dan lain-lain. Penontonnya? Orang awam, anak-anak remaja tanggung yang pikirannya masih suka berubah-ubah, anak-anak kecil yang gak betah diam di rumah. 

Jadi gak heran ya kenapa jalanan masih tetap ramai? Sementara kita keluar rumah cuma buat beli kebutuhan pokok macam gas, beras, air galon, itu pun sampai rumah buru-buru ganti baju, cuci tangan, dll. Eh tiba-tiba aja ada yang seenaknya bilang 'gak takut sama covid-19', mengabaikan physical distancing. Duh ya Allah, rasanya sia-sia banget deh kita sudah berusaha 2 bulan ini untuk diam di rumah, jaga jarak, jaga pikiran biar gak stress, biar gak jadi carrier.




Pemerintah yang lagi-lagi bikin pernyataan membingungkan, 'mudik tidak sama dengan pulang kampung', 'boleh ke luar kota asal ada surat tugas'. Makin gaduh kan, karena ramai-ramai orang punya surat tugas, bandara penuh 😐. 'Kami gak mudik, kami punya surat tugas', ramai-ramai orang mengaku dapat tugas mendadak datang menjelang hari raya idul fitri. Oke baik, hanya dia dan Allah yang tahu, kita berbaik sangka aja dan mudah-mudahan dia gak bawa penyakit begitu sampai di 'tempat dinas mendadak'. 

Yang terbaru 'kita harus berdamai dengan Covid-19', saatnya kembali menjalani aktivitas seperti biasa, sekolah, bekerja, seolah-olah ini cuma penyakit flu biasa yang bisa sembuh sendiri. Jadi kayak ngerasa percuma aja udah diam lama di rumah, terus tiba-tiba disuruh berdamai, ningkatin herd immunity, terus pikiran ini jadi ikutan ngawur. 'Oh ini seleksi alam.. yang kuat tetap hidup, yang gak kuat ya mati..'. Walaupun soal mati itu udah pasti ya, tapi kan kita maunya dalam keadaan baik, jangan sampai jadi carrier juga. Banyak juga yang bilang 'Tenang aja, corona udah selesai, udah gak ada'. Kalau soal berdamai, iya sudah lama saya berdamai dengan Covid-19 tapi saya tetap di rumah, saya menjaga jarak. Kan usaha itu perlu, hargai dong tenaga medis yang sudah susah payah berjuang bahkan sampai meninggal. 

Sebelum ada pernyataan-pernyataan itu aja jalanan juga tetap ramai. Karena gak bisa dimungkiri, masih banyak orang-orang yang harus bertahan hidup dengan mengandalkan penghasilan harian yang sekarang makin gak menentu, hari ini bisa makan, besok gak tau. Tapi itu lain cerita, kamu masih bisa tetap membantu mereka lewat shadaqah atau berzakat dari rumah. Sekalian membantu tenaga medis juga biar tugas mereka bisa agak longgar, karena mereka juga butuh istirahat. 

Jadi jalani hidup dengan normal.. Tapi lebaran kali ini saya mau di rumah saja, kita maafan-nya via online dulu ya. Mohon maaf lahir batin, tulisan ini dibuat bukan untuk memprovokasi, hanya menyampaikan uneg-uneg yang terpendam karena sudah lelah dengan pernyataan pemerintah yang gak kompak dan berubah-ubah. Mari berdoa bersama-sama, semoga situasi ini segera membaik.. 🙌



Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Booklover, Blogger yang tersesat megap-megap setelah multiply diberangus...

No comments for "Masih di Rumah Saja"

Berlangganan via Email