; The Witch: Part 1. The Subversion - Korean Movie - SayaNaia

The Witch: Part 1. The Subversion - Korean Movie

Halo teman-teman blogger, terima kasih karena selalu datang dan membaca tulisan-tulisan saya di blog ini. Dukungan dari kalian sangat berarti bagi saya, eaaa.. Terima kasih juga karena tak pernah bosan membaca ulasan dari saya yang berputar-putar saja mengenai drama, film atau buku. Apalagi kebanyakan tentang film dan drama dari negara Korea, karena memang kebetulan film dan drama yang saya tonton kebanyakan dari negara ginseng tersebut.


source image: Hancinema


Belum lama ini saya menonton film yang berjudul The Witch: Part 1. The Subversion yang sebenarnya sudah rilis di tahun 2018. Mengapa Part 1? Karena katanya film ini akan dibuat sekuelnya. Nah sambil menunggu sekuel keduanya muncul, gak ada salahnya kita simak dulu ya ulasan untuk film yang pertama.

Seorang gadis kecil tengah berada dalam kejaran orang-orang dewasa. Ia hendak dibunuh karena khawatir keberadaannya bisa membahayakan. Dr. Baek (Jo Min-Soo) menyuruh Tuan Choi untuk melaporkan bahwa anak itu sudah mati, karena ia yakin anak itu tidak akan sanggup berjalan jauh karena luka-luka di sekujur tubuhnya.

Sementara itu, Dr. Goo (Choi Jung-Woo) terkejut ketika melihat sesosok tubuh anak kecil terkapar di pekarangan rumahnya. Ia segera berlari membawa anak itu ke dalam rumah dan berteriak kepada istrinya (Oh Mi-Hee). Mereka segera memanggil dokter untuk memeriksa kondisi anak itu. Ia hilang ingatan akibat trauma dan karena luka-lukanya terlalu parah. Beruntung gadis kecil itu masih bisa diselamatkan. 

Pasangan suami-istri Goo memutuskan untuk merawat anak itu. Waktu berlalu dan gadis kecil sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang manis, ia diberi nama Goo Ja-Yoon (Kim Da-Mi), karena sewaktu ditemukan dulu ia sama sekali tidak mengingat namanya.

Sehari-hari, Ja-Yoon sibuk membantu kedua orangtuanya mengurus hewan-hewan di peternakan. Ia terlihat tidak pernah belajar, namun ia sangat pandai dan menguasai banyak bahasa. Ia pandai bernyanyi, bahkan ia bisa memindahkan benda-benda tanpa harus menyentuhnya. 

Sampai pada suatu ketika, sahabatnya yang bernama Myeong-Hee (Go Min-Si) mengajak Ja-Yoon untuk mengikuti audisi pencarian bakat yang diadakan di televisi. Tak disangka, Ja-Yoon lolos dan bisa melanjutkan audisi yang akan disiarkan secara langsung di Seoul. 


source image: Hancinema


source image: Hancinema


Ketika mereka tiba di kereta, seorang pemuda aneh terus mendesak Ja-Yoon. Ia memaksa Ja-Yoon untuk mengaku bahwa ia adalah gadis yang dulu pernah melukainya. Pria itu mengaku sebagai nobleman (Choi Woo-Shik), ia mengirimkan sinyal ingatan masa kecil Ja-Yoon. Dan ingatan itu sontak membuat Ja-Yoon menangis, secara perlahan ia mengingat penderitaannya di masa lalu. Myeong-Hee lantas langsung memarahi pria itu karena telah membuat Ja-Yoon menangis, meski ia tidak mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Dr. Baek yang melihat penampilan Ja-Yoon langsung mengenali gadis yang sangat berbakat itu. Ia yakin bahwa Ja-Yoon adalah gadis yang dahulu hendak ia bunuh. Ketika hendak pulang ke desa, Ja-Yoon dan Myeong-Hee didatangi mobil dengan banyak pria asing berpakaian rapi. Mereka membujuk Ja-Yoon agar mau masuk ke dalam mobil. Ja-Yoon dan Myeong-Hee berhasil kabur dan langsung naik taksi karena mereka tertinggal kereta. 

Ketika sampai di desa, Ja-Yoon dan Myeong-Hee menunggu bus, namun sebelum bus datang, nobleman yang ia temui di kereta berhenti tepat di depan Ja-Yoon dan berkata sebaiknya gadis itu segera pulang ke rumah sebelum hal buruk terjadi kepada kedua orang tuanya. Tak pelak, Ja-Yoon berlari ke rumah dan meminta Myeong-Hee untuk menghubungi ayahnya yang seorang polisi. Apakah orang tua Ja-Yoon akan selamat?

Sakit di kepala Ja-Yoon semakin parah, dokter mengatakan mungkin usianya tidak akan lama lagi dan ia membutuhkan sumsum tulang dari orang tua biologisnya. Namun ketika malam tiba, anak buah Dr. Choi datang hendak membawa Ja-Yoon untuk dibunuh, namun Ja-Yoon secara tidak sadar berhasil mengalahkan mereka. Nobleman dan teman-temannya datang dan meminta Ja-Yoon untuk ikut secara sukarela atau orang tua dan sahabatnya akan terluka. Ja-Yoon terpaksa masuk ke dalam mobil dan meminta agar Myeong-Hee menjaga kedua orang tua Ja-Yoon. Sementara rumah Ja-Yoon banyak darah dari anak buah Dr. Choi yang terbunuh.

Nobleman bekerja untuk Dr. Baek, dan ia segera membawa Ja-Yoon ke markas sekaligus tempat penelitian Dr. Baek. Ja-Yoon, Nobleman dan teman-temannya tidak lain adalah anak-anak yang dulu dijadikan penelitian dengan cara memasukan zat-zat aneh ke otak mereka. Dr. Baek dan para ilmuwan hendak menciptakan manusia-manusia yang pintar dan menguasai banyak hal. Namun ternyata bencana malah mendatangi mereka satu-persatu.

Jika kamu tidak menyukai film yang berdarah-darah, sebaiknya kamu skip saja. Hahaha. Tapi yang menarik dari pemeran utama yakni Kim Da-Mi adalah senyumnya yang manis dan sekilas mengingatkan saya dengan senyum milik aktris dan penyanyi cantik tahun 90'an, Desy Ratnasari.

Akting Kim Da-Mi dalam film ini benar-benar memukau. Namun sayangnya, di sekuel kedua nanti Kim Da-Mi tidak ikut ambil bagian lagi. Sebab kabarnya cerita di sekuel kedua akan berbeda dengan cerita di dalam film The Witch: Part.1 The Subversion ini.







Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Ibu dari 3 orang anak, Bookworm, Senang menonton drama dan film, Ambivert, Senang menertawakan kehidupan, Terlahir dengan wajah jutek dan aslinya memang galak sih.. Hehehehe

10 comments for "The Witch: Part 1. The Subversion - Korean Movie"

  1. Duh .... Film dengan cerita rencana bunuh membunuh itu mengerikan. Tapi asyik untuk ditonton. Kalau adegan pembunuhannya benar terjadi, habis nonton si nenek ini susah tidur. He he .... Selamat malam, ananda Naia. Doa sukses untukmu selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, bunda. Sampai kepikiran ya.. Hehehe. Kemarin lagi mau coba nonton film dengan genre lain, kirain film berbau mistis, ternyata bukan. Hehehehe

      Delete
  2. Duh ngeri ini filmnya mbak, banyak pembunuh dan darah bercucuran ya. Mendingan aku nyetel Doraemon sama dragon ball sajalah.😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doraemon juga horror, Mas. Pas adegan nobita dapet nilai 0 atau pas Giant maksa temen2nya dengerin dia nyanyi.. Hahahaha

      Delete
  3. kok malah jadi penasaran kak....ini masuknya thriller kan ya

    pantaslah ja yoon (bukan giantnya suneo ya) anaknya punya bakat alam pintar ini itu menguasain banyak bahasa dan juga pas audisi ajang pencarian bakat lolos...ternyata ada hubungannya dengan penelitian untuk implementasi orang orang pintar....eh bukan orang pintar deng ntar disangka dukun hihi...maksudnya orang berkecerdasan tinggi...tapi serem akhirnya jaa yoon mati ga ya...dia tegep diburu lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini, silakan nonton sendiri untuk tau endingnya... Hehehehe

      Delete
  4. Astaga, bikin kepo, ini ada berapa part sih?
    Apalagi visual adegan di dalam kereta kayaknya kelihatan keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Film ini satu cerita habis sih, mbak. Part duanya mungkin mengambil tema yang sama tapi berbeda jalan ceritanya.

      Delete
  5. Saya dah tengok. sangat sangat thrill masa lawan lawan tu. Tapi puas hati bila dia dapat balas dendam dengan perempuan yang cipta dia tu kan. Filem ni ada sekuel kan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, wah paling seru ketika Ja-Yoon menembaki kaca pembatas antara ruang tempat ia dikurung dengan ruang monitor Dr. Baek,

      Delete

Post a Comment