; Cinderella Teeth - Sakaki Tsukasa - SayaNaia

Cinderella Teeth - Sakaki Tsukasa

Judul Buku    : Cinderella Teeth
Penulis          : Sakaki Tsukasa
Penerjemah   : Nurul Maulidia
Penerbit        : Penerbit Haru
Tahun Terbit  : Oktober 2015
Tebal            : 272 Halaman
ISBN            : (10) 6027742631






Menjelang musim panas di Jepang, Saki sedang memikirkan bagaimana ia bisa menghabiskan musim panasnya nanti dengan sesuatu yang produktif. Sahabatnya, Hiro-Chan berpikir untuk melakukan pekerjaan paruh waktu di sela-sela liburan dari aktivitas kuliah. Ia mengajak Saki untuk bekerja di sebuah penginapan di Okinawa, namun Saki rasanya tidak sanggup bila harus berlama-lama di sana. Ia memutuskan untuk mencari pekerjaan paruh waktu di kota saja.

Lalu sepulang dari kampus, mendadak mama datang dan menawari Saki pekerjaan paruh waktu. Mama tidak memberi informasi yang rinci, ia hanya mengatakan bahwa kenalannya membutuhkan pekerja paruh waktu sebagai resepsionis dan gajinya cukup besar, seribu yen per jam. Saki tidak banyak berpikir, dengan waktu bekerja yang hanya dari jam 9 pagi hingga jam 7 malam, ditambah gaji yang cukup besar untuk mahasiswi sepertinya, ia tidak bisa menolak tawaran pekerjaan itu. 

Namun keesokan harinya ketika sampai di lokasi untuk bekerja paruh waktu, Saki merasa bingung. Saki membaca papan di depannya, Shinagawa Dental Clinic. Mama tidak memberitahu bahwa tempat itu adalah klinik perawatan gigi! Saki trauma dengan klinik gigi karena sewaktu kecil ia bertemu dengan dokter gigi yang tidak peka. Ia membenci klinik gigi mana pun, bahkan hingga usianya sudah sebesar sekarang. Ketika hendak melarikan diri, ia malah tertangkap basah dan langsung dikenali sebagai keponakan Paman Tadashi, yang ternyata juga bekerja sebagai dokter gigi di klinik tersebut. Paman Tadashi yang lebih dikenal sebagai dokter Kano, adalah adik dari ayahnya. Ya, Saki tetap takut meski pamannya sendiri adalah seorang dokter.

Paman Tadashi kaget dan tak menyangka bahwa Saki akan datang untuk bekerja paruh waktu. Saki tidak bisa menolak lagi karena semua staf di klinik menyambutnya dengan baik. Saki yang sangat takut dengan bunyi suara bor gigi, berusaha untuk tetap tersenyum 'toh hanya sebagai resepsionis saja dan tidak perlu masuk ke dalam ruang pemeriksaan gigi'. Ia menguatkan hati untuk bekerja di sana.

Pak kepala menugaskan Saki untuk sedikit mengorek informasi tentang keseharian para pasien seolah-olah hanya percakapan biasa. Namun Saki akan mencatatnya dalam lembar kedua dalam buku pemeriksaan pasien. Beragam sifat pasien yang ditemui Saki, ada terkesan sangat galak dan menutup diri, ada yang sering terlambat ketika waktunya perawatan dan kerap membawa makanan untuk staf, ada juga yang selalu harus ditemani oleh asistennya sampai ke ruang perawatan.

Aktivitas makan siang menjadi waktu berharga bagi para staf untuk saling mengobrol dan mengenal satu sama lain. Tak heran jika para pekerja di klinik ini, mulai dari pak kepala sampai tekniker gigi, sangat akrab bahkan seperti keluarga. Itu karena mereka terbiasa saling bertukar pendapat dan menghabiskan waktu bersama untuk makan siang atau makan kudapan bersama-sama.

Yotsuya-San, sang tekniker yang mulanya terkesan acuh dan tak banyak bicara, lama-lama kelamaan menjadi cukup perhatian. Bahkan, seorang tamu yang sangat galak terhadap Saki, mendadak bersikap lembut dan meminta agar Yotsuya-San lebih sensitif terhadap kekasihnya. Ia mengira Saki dan Yotsuya-San berpacaran! 

Saki mengetahui tentang istilah kedokteran gigi dan banyak berdiskusi bersama Yotsuya-San. Sampai Saki berpikir sepertinya ia mulai menyukai pria yang sehari-hari berlumuran bubuk plester itu. Tetapi bagaimana dengan Yotsuya-San sendiri? Di tengah kebingungan, tiba-tiba seorang gadis usia sekolah menengah pertama muncul di klinik dan bersikap manja kepada semua staf. Bahkan ia bergelantungan di lengan Yotsuya-San! Dan sebaliknya, pria itu membalasnya dengan senyuman hangat. 

Saki sakit hati karena selalu dianggap 'hanya pekerja paruh waktu', ditambah lagi dengan sikap Yotsuya-San terhadap gadis itu. Ia mulai membaca banyak istilah dalam kedokteran gigi dan berusaha untuk memahaminya dalam semalam. Ia tidak mau terus menerus dicap 'tidak tahu apa-apa' dan hanya mementingkan gaji yang ia terima. Saki rela begadang demi menyelesaikan buku mahal yang dilengkapi gambar tentang kondisi kesehatan gigi meski itu sangat mengerikan baginya. Ilmu baru  yang Saki pelajari dalam semalam, membuat salah satu pasien yang awalnya memarahi Saki, berbalik tersenyum dan mau mengajaknya mengobrol. Kasai-San kaget dan menyarankan agar Saki melamar sebagai pekerja tetap di klinik karena Saki sudah belajar banyak hal.

Saki mulai berpikir untuk memeriksa kondisi giginya di klinik ini. Apakah Saki berani untuk mengatasi traumanya? Bagaimana ya perasaan Yotsuya-San terhadap Saki? Banyak istilah-istilah kedokteran gigi di dalam novel ini. Membacanya, membuat saya berharap bisa berkunjung ke klinik gigi super ramah seperti Shinagawa Dental Clinic.


 
Naia Djunaedi
Naia Djunaedi ex Radio Script Writer, ex Journalist, Ibu dari 3 orang anak, Bookworm, Senang menonton drama dan film, Ambivert, Senang menertawakan kehidupan, Terlahir dengan wajah jutek dan aslinya memang galak sih.. Hehehehe

15 comments for "Cinderella Teeth - Sakaki Tsukasa"

  1. Wah dari covernya si keren kak... kebetulan lagi pengin beli novel.. btw di lazada ada nggak kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, kurang tau ya karena saya gak punya akun lazada.. Hehehe.. Tapi buku ini saya dapat dari aplikasi oren nama tokonya Penerbit Haru, coba dicek langsung aja ya ^_^

      Delete
  2. Begitulah manusia. Ada yang galak, ada yang lembut. Saki punya bisa menundukkan orang galak menjadi lembut dan bersahabat. Inilah kelebihan orang lain yang tak boleh dipandang sebelah mata. Selamat beraktivitas, ananda Naia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo bunda.. Hehehehe iya bener banget, ini termasuk kelebihan yang harus disyukuri, karena gak mudah untuk tetap tersenyum menghadapi orang-orang yang senang memancing emosi. Hahahaha

      Delete
  3. Bukan cuma kerja di klinik sih, kerja di manapun semua orang memiliki karakter berbeda, ada yang ramah, ada yang cuek, ada yang judes dan ada juga yang galak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mas Agus, intinya sih kalau kita mau diperlakukan baik, kita sendiri harus berperilaku baik juga ke orang lain..

      Delete
  4. Comel betul cover buku ni. Macam buku kanak kanak. Trending cover buku comel comel begini

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi tipikal cover buku Jepang, kak.. cantik dan lucu-lucu ^_^

      Delete
  5. Eh ceritanya kali ini unik juga. Biasanya buku2 Jepang yabg aku baca misteri semua sih :D.

    Dan aku suka liat covernya, setuju Ama kak azha, kirain tadi buku anak2 :D. Jadi penasaran Ama sambungan ceritanya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku beli di aplikasi oren, mbak Fanny, pas lagi 9.9, hehehe..

      Delete
  6. Kayaknya menarik nih bukunya Kak.
    ngomong-ngomong biasa Kakak baca buku-buku ini di mana?

    apakah ada di iPusnas ya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kurang tau nih kalo di iPusnas, karena sudah lama gak buka juga karena lagi fokus sama buku fisik di rumah

      Delete
  7. alahaiiii comelnyaaaa.... cover comel cerita pun comel ;-) kreatif betul penulisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. covernya cantik ya, cerita pun juga manis, khas anak muda, tetapi ada banyak informasi tentang kesihatan gigi di dalam buku ini, kak

      Delete

Post a Comment